Kompas.com - 22/07/2014, 08:56 WIB
Seorang penyidik ??Malaysia (kiri) menerima sebuah kotak hitam saat kotak itu diserahkan oleh seorang pejabat Republik Rakyat Donetsk di kota Donetsk, Selasa (22/7/2014). APSeorang penyidik ??Malaysia (kiri) menerima sebuah kotak hitam saat kotak itu diserahkan oleh seorang pejabat Republik Rakyat Donetsk di kota Donetsk, Selasa (22/7/2014).
EditorEgidius Patnistik
DONETSK, KOMPAS.COM — Separatis pro-Rusia di Ukraina timur, Selasa (22/7/2014), menyerahkan dua kotak hitam yang ditemukan di lokasi kecelakaan jet penumpang Malaysia Airlines MH17 kepada sejumlah pejabat Malaysia dalam sebuah konferensi pers.

Pada kesempatan itu, mereka juga mengumumkan gencatan senjata dalam radius 10 kilometer di sekitar lokasi kecelakaan demi memungkinkan para penyelidik internasional bisa dengan aman mengakses area luas di mana pesawat itu jatuh pada Kamis lalu.

"Kami telah memutuskan untuk menyerahkan kotak hitam kepada para pakar Malaysia," kata Alexander Borodai, yang memproklamasikan diri sebagai Perdana Menteri Republik Rakyat Donetsk, kepada wartawan.

Tim pakar Malaysia dan perwakilan kelompok separatis itu kemudian menandatangani sebuah protokol sebelum kotak berwarna oranye cerah itu diserahkan.

"Atas nama Pemerintah Malaysia, saya berterima kasih kepada Pemerintah Republik Donetsk karena menyerahkan kepada kami dua kotak hitam yang merupakan milik Malaysia," kata seorang anggota tim Malaysia tersebut. "Kami belum menemukan kotak hitam dari pesawat MH370 (yang hilang di atas Samudra Hindia pada Maret lalu). Jadi, (kami) sangat senang bisa menemukan yang ini. Saya melihat bahwa kotak hitam utuh dengan hanya sedikit kerusakan."

Salah satu dari kotak itu akan berisi semua percakapan di kokpit dan semua data penerbangan lainnya.

Namun, tidak jelas seberapa bergunanya kotak hitam itu dalam menentukan apa yang terjadi pada penerbangan tersebut, yang diyakini Kiev dan para pemimpin dunia telah ditembak jatuh oleh rudal dari darat ke udara.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Para pemberontak separatis yang didukung Rusia, yang mengontrol daerah di mana pesawat itu jatuh, diduga telah menembakkan rudal tersebut. Namun, mereka justru menyalahkan militer Ukraina.

Dunia internasional telah marah dengan dipersulitnya akses ke lokasi kecelakaan itu dan ketakutan pun muncul bahwa pemberontak telah merusak barang bukti.

Borodai akhirnya menyerah pada tuntutan gencatan senjata demi memungkinkan para penyelidik mendapat akses penuh ke lokasi kecelakan tersebut. "Kami akan memerintahkan sebuah gencatan senjata di wilayah 10 kilometer di sekitar lokasi bencana yang telah menewaskan 298 orang itu," katanya.

Para pejabat Malaysia datang dengan membawa serta kereta berpendingin guna mengangkut jenazah para penumpang pesawat naas itu ke kota Kharkiv, yang dikendalikan Pemerintah Ukraina di Kiev.



Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X