Kompas.com - 21/07/2014, 05:30 WIB
Gambar yang diambil dari wilayah Gaza di teritori Israel ini memperlihatkan asap membumbung di Jalur Gaza, setelah serangan udara Israel pada Rabu (16/7/2014). Pada petang itu, empat bocah yang sedang bermain di pantai setelah menyingkir dari area sasaran gempuran Israel, justru tewas karena serangan Israel ke pantai itu.  AFP PHOTO / JACK GUEZGambar yang diambil dari wilayah Gaza di teritori Israel ini memperlihatkan asap membumbung di Jalur Gaza, setelah serangan udara Israel pada Rabu (16/7/2014). Pada petang itu, empat bocah yang sedang bermain di pantai setelah menyingkir dari area sasaran gempuran Israel, justru tewas karena serangan Israel ke pantai itu.
EditorPalupi Annisa Auliani

DOHA, KOMPAS.com - Sekretaris Jendral PBB Ban Ki-moon melakukan perjalanan ke kawasan Timur Tengah untuk mendorong gencatan senjata di Gaza, Palestina.

"Gaza adalah luka terbuka. Kita harus menghentikan pendarahan," kata Ban, memberikan ilustrasi soal situasi di Gaza, dalam konferensi pers di Doha, Qatar, Minggu (20/7/2014).

Di atas gencatan senjata, kata Ban, akar penyebab konflik berdarah-darah di Gaza antara Israel dan otoritas Palestina maupun Hamas harus diatasi.

Upaya mendorong gencatan senjata atas konflik yang semakin memburuk setelah Israel menggelar operasi Protective Edge ini dilakukan Ban dengan mendatangi sejumlah tempat termasuk Kuwait City di Kuwait, Kairo di Mesir, Jerusalem di Israel, Ramallah di Palestina, dan Amman di Jordania.

Dalam perjalanan ini, Ban akan bertemu pula dengan Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi di Kairo pada Senin (21/7/2014) untuk membahas proposal gencatan senjata di Gaza.

Kementerian Luar Negeri Mesir mengatakan pembicaraan Ban dan Al-Sisi akan fokus pada situasi yang memburuk di Gaza dan inisiatif Mesir untuk gencatan senjata.

Kairo sebelumnya mengusulkan penghentian pertempuran tapi Hamas menolak. Hamas sempat menolak proposal yang diajukan tanpa pernah ada pembicaraan dengan mereka terlebih dahulu. Sebaliknya, Israel sempat menerima proposal ini tetapi sehari sesudah pernyataan itu mereka kembali membombardir gaza dengan senjata mutakhir yang dimiliki.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Belakangan, Hamas bersedia melakukan gencatan dengan mengajukan sejumlah syarat, termasuk pencabutan 8 tahun blokade Israel di Gaza, pembukaan perbatasan Rafah dengan Mesir, dan pembebasan sejumlah tahanan Palestina yang kembali ditahan oleh Israel dalam beberapa pekan terakhir.

Hamas juga menginginkan Turki dan Qatar terlibat dalam negosiasi gencatan senjata apapun yang diusulkan untuk kawasan ini. Hubungan antara Mesir dengan Turki dan Qatar cukup tegang karena dukungan kedua negara untuk gerakan Ikhwanul Muslimin yang dilarang di Mesir.

Hubungan antara Mesir dan Hamas juga merenggang sejak militer Mesir menggulingkan Presiden Muhammad Mursi pada tahun lalu dan pemerintah baru yang didukung militer melarang gerakan Ikhwanul Muslimin.

Menteri Luar Negeri Qatar Khalid al-Attiyah mengatakan dalam konferensi pers bersama dengan Ban di Doha, tidak memunculkan inisiatif baru soal gencatan senjata di Gaza. "Kami tidak mengklaim memiliki inisiatif khusus," ujar dia.

"Kami hanya menyampaikan tuntutan rakyat Palestina," lanjut Al-Attiyah. "Tidak penting siapa yang berhasil memenuhi tuntutan rakyat Palestina, selama keadilan tercapai bahkan bila hanya sebagian," imbuh dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Sumber
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.