Hamas Juga Sepakati Gencatan Senjata Selama 5 Jam

Kompas.com - 17/07/2014, 10:20 WIB
Warga Israel dan wisatawan berlindung di sebuah hotel setelah mereka berlari dari pantai di kota pesisir Tel Aviv, 14 Juli 2014, selama serangan roket yang ditembakkan oleh militan Palestina dari Jalur Gaza. AFP PHOTO / GALI TIBBONWarga Israel dan wisatawan berlindung di sebuah hotel setelah mereka berlari dari pantai di kota pesisir Tel Aviv, 14 Juli 2014, selama serangan roket yang ditembakkan oleh militan Palestina dari Jalur Gaza.
EditorEgidius Patnistik
GAZA CITY, KOMPAS.COM — Kelompok Hamas, Kamis (17/7/2014), sepakat untuk melakukan gencatan senjata sementara di Gaza seperti yang diminta PBB. Atas pertimbangan kemanusiaan, PBB telah mendesak kedua pihak, Hamas dan Israel, untuk melakukan gencatan senjata sementara. Masa jeda sementara itu bisa digunakan warga Palestina untuk memasok barang-barang kebutuhan pokok mereka.

"Kelompok ini menyetujui gencatan senjata selama lima jam" mulai pukul 10.00 waktu setempat (atau pukul 14.00 WIB) hari Kamis ini, kata Juru Bicara Hamas, Sami Abu Zukhri, dalam sebuah pernyataan.

Sebelumnya, militer Israel mengatakan telah menerima permintaan PBB untuk menghentikan serangan di Jalur Gaza yang disebut oleh seorang pejabat senior PBB sebagai "jeda kemanusiaan". "Pukul 10.00 hingga 15.00 (atau pukul 14.00-19.00 WIB), Angkatan Pertahanan Israel akan menghentikan kegiatan operasional di dalam Jalur Gaza dan menahan tembakan," demikian pernyataan militer itu.

Abu Zukhri mengatakan hal yang sama. "Faksi-faksi Palestina sepakat untuk menerima tawaran PBB demi mendinginkan suasana di lapangan selama lima jam mulai pukul 10.00 pagi," katanya kepada AFP.

"Adalah kepentingan semua warga Gaza, demi memberi mereka kesempatan untuk pergi ke rumah sakit, mendapatkan pelayanan kesehatan atau mendapatkan makanan," kata koordinator khusus PBB untuk proses perdamaian Timur Tengah, Robert Serry, kepada televisi Channel Two Israel pada Rabu malam.

Baca tentang


Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X