Kompas.com - 17/07/2014, 09:16 WIB
EditorEgidius Patnistik
KOMPAS.COM - Sebuah pengadilan Belanda mengeluarkan putusan, bahwa Kerajaan Belanda turut bertanggung jawab atas terbunuhnya lebih dari 300 warga Muslim Bosnia di Srebrenica, pada Juli 1995 saat perang Bosnia berkecamuk.

Pasukan penjaga perdamaian Belanda dinyatakan abai dalam melindungi kaum Muslim Bosnia saat kota itu jatuh ke tangan tentara Serbia. Lebih dari tujuh ribu orang terbunuh dalam peristiwa itu.

Waktu itu kaum Muslim Bosnia yang mengungsi di markas tentara Belanda, diserahkan kepada tentara Serbia.

Peristiwa Srebrenica itu dianggap sebagai pembantaian paling buruk di Eropa sejak Perang Dunia Dua.

Pengadilan ini dilangsungkan berdasarkan gugatan para keluarga korban yang mengatasnamakan "Bunda Srebrenica."

Dalam putusannya hakim menyatakan bahwa pasukan penjaga perdamaian Belanda, Dutchbat, tidak menjalankan tugas dengan seharusnya dalam melindungi 300 Muslim Bosnia itu, dan mestinya sadar mengenai kemungkinan akan terjadinya genosida.

Tentara Lalai

Hakim menyatakan negeri Belanda mesti turut bertanggung jawab atas kejadian itu dan membayar kompensasi kepada keluarga 300 korban itu.

Wartawan BBC Anna Holligan yang meliput dari ruang sidang menyebut, vonis ini luar biasa penting sekaligus memilukan, karena negeri Belanda hanya dinyatakan bersalah untuk tewasnya 300 saja dari 7 ribu yang terbunuh.

Ini berarti, kata Holligan, justru lebih banyak keluarga korban yang tidak berhak mendapat kompensasi.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.