Empat Bocah Palestina Tewas dalam Serangan AL, Israel Setuju Hentikan Serangan Selama 5 Jam

Kompas.com - 17/07/2014, 05:09 WIB
Seorang wanita Palestina berdiri di tengah puing-puing gedung yang hancur akibat serangan udara Israel ke kota Gaza, 8 Juli 2014. Puluhan warga Palestina termasuk wanita dan anak-anak turut menjadi korban dalam serangan tersebut. AFP PHOTO / MAHMUD HAMSSeorang wanita Palestina berdiri di tengah puing-puing gedung yang hancur akibat serangan udara Israel ke kota Gaza, 8 Juli 2014. Puluhan warga Palestina termasuk wanita dan anak-anak turut menjadi korban dalam serangan tersebut.
EditorPalupi Annisa Auliani

GAZA CITY, KOMPAS.com — Israel, Rabu (16/7/2014), menyetujui permintaan PBB untuk menghentikan serangan udara ke Gaza, Palestina, selama lima jam atas dasar kemanusiaan. Persetujuan ini disampaikan setelah empat bocah Palestina tewas di Pantai Gaza dalam serangan Angkatan Laut Israel.

Saat ini korban tewas serangan udara Israel di Gaza sudah mencapai 220 orang. Kelompok hak asasi manusia yang berbasis di Gaza memastikan 80 persen dari para korban tewas itu adalah warga sipil.

Sementara itu, selama Israel meluncurkan serangan udara sebagai bagian dari operasi Protective Edge sejak Selasa (8/7/2014) ini, pejuang Hamas telah melontarkan lebih dari 1.200 roket ke wilayah Israel. Sejauh ini, baru satu korban jiwa jatuh di Israel, yaitu pada Selasa (15/7/2014).

Militer Israel mengumumkan, serangan akan dihentikan pada Kamis (17/7/2014) pukul 10.00 sampai pukul 15.00 waktu setempat atau pukul 14.00 sampai pukul 19.00 WIB.

Koordinator Khusus PBB untuk proses perdamaian Timur Tengah, Robert Serry, sebelumnya menyatakan telah meminta Israel memberikan "jeda kemanusiaan". Bila Israel setuju, dia berjanji akan meminta hal yang sama ke pejuang Hamas untuk menghentikan lontaran roketnya ke wilayah Israel. 

Hamas menyatakan sedang mempertimbangkan permintaan Serry tersebut. "Hamas telah diberitahu tentang usulan PBB soal gencatan senjata beberapa jam besok itu," kata juru bicara Hamas Sami Abu Zuhri kepada AFP. "Proposal ini sedang dipelajari dan ketika keputusan telah diambil, akan diumumkan secara resmi dalam sebuah pernyataan."

Sebagai bagian dari inisiatif perdamaian, seorang pejabat Hamas bertemu dengan para pemimpin Mesir, sementara Presiden Palestina Mahmoud Abbas tiba di Kairo untuk bergabung dengan upaya diplomatik tersebut.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selain empat anak tewas, beberapa orang juga terluka dalam pengeboman Angkatan Laut Israel di pantai kota Gaza, berdasarkan keterangan dari petugas medis. Serangan ini terjadi pada Rabu sekitar pukul 20.00 WIB. Serangan pertama membuat warga di pantai itu ketakutan. Sementara serangan kedua dan ketiga menghancurkan permukiman nelayan di pantai dan membunuh empat bocah di sana.

Beberapa jam setelah serangan, militer Israel menyebut kematian keempat bocah itu sebagai peristiwa tragis dan menyatakan sedang menyelidiki serangan itu. "Berdasarkan hasil (penyelidikan) awal, target dari serangan ini adalah operasi teroris Hamas," ujar salah satu pernyataan dari militer Israel. "Korban sipil yang dilaporkan dari serangan ini merupakan hasil tragis."

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.