Kompas.com - 16/07/2014, 03:24 WIB
PM Israel Benyamin Netanyahu. GALI TIBBON / AFPPM Israel Benyamin Netanyahu.
EditorPalupi Annisa Auliani

JERUSALEM, KOMPAS.com — Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, Selasa (15/7/2014), memecat Wakil Menteri Pertahanan Israel, Danny Danon, yang telah secara terbuka mengkritik keputusan Israel terkait konflik terbaru dengan Gaza.

Sebelumnya, pada hari yang sama, Danon, yang juga adalah anggota muda Partai Likud yang dipimpin Netanyahu, menyerang keputusan Israel menerima proposal gencatan senjata dengan otoritas Palestina berdasarkan usulan Mesir.

"Sekali lagi Hamas mengatur nada operasi ini. Kita harus merebut kembali inisiatif dan mengoreksi kesalahan yang dibuat dalam pertemuan kabinet pada pagi ini," ujar Danon. Hamas tidak menerima tawaran gencatan senjata itu dan pertempuran di Jalur Gaza masih berlanjut.

Para pejabat Israel mengatakan, Danon telah lama dikesampingkan oleh Menteri Pertahanan Israel, Moshe Yaalon. Posisi wakil menteri diberikan kepada Danon, menurut para analis, adalah semata upaya untuk meredakan persaingan di internal partai.

Pada Mei 2014, Danon menulis artikel yang mengkritisi Menteri Luar Negeri Amerika Serikat John Kerry. Setelah penerbitan artikel itu, Duta Besar Israel untuk Washington mengambil langkah yang tak biasa untuk memadamkan artikel tersebut, dengan mengatakan bahwa sudut pandang Danon tidak mencerminkan pandangan Pemerintah Israel.

Netanyahu memecat Danon karena komentarnya dinilai memperlihatkan sikap tidak bertanggung jawab tingkat tinggi di tengah operasi militer. "Pernyataan ini mengekspresikan kurangnya kepercayaan kepada pemerintah dan pemimpinnya secara pribadi. Saya memutuskan memecat dia dari jabatannya," kata Netanyahu seperti dikutip dari rilis kantornya.

Setelah pemecatan itu, Danon kembali mengkritik Netanyahu. Dia menulis di laman Facebook bahwa pemimpin Israel telah mengambil garis lemah diplomatik sepanjang tahun lalu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Saat ini Netanyahu sedang berada di bawah tekanan anggota sayap kanan koalisinya untuk memperluas serangan militer ke Hamas yang berkuasa di Gaza. Perluasan serangan itu termasuk dengan mengerahkan pasukan darat.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Sumber Reuters
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.