Kompas.com - 15/07/2014, 15:05 WIB
EditorEgidius Patnistik
GAZA CITY, KOMPAS.COM — Seorang juru bicara Hamas, Osama Hamdan, menggambarkan proposal gencatan senjata antara pihaknya dan Israel yang diajukan Mesir merupakan sebuah "lelucon".

"Kami tidak menerima surat yang menyatakan itu (gencatan senjata) dari orang-orang Mesir. Itu berarti (gencatan senjata) sebuah inisiatif untuk media. Itu bukan inisiatif politik," kata Osama Hamdan.

Ia mengatakan kepada CNN, "Hal itu tidak benar-benar sebuah inisiatif. Itu bukan benar-benar sebuah gagasan, apa yang mereka coba lakukan adalah untuk menyudutkan Palestina dan lebih membantu Israel."

Sementara itu, kabinet Israel akan mengadakan rapat pada Selasa (15/7/2014) pagi waktu setempat untuk mempertimbangkan usulan gencatan senjata yang bisa memberikan terobosan dalam krisis yang sedang berlangsung itu.

Proposal yang diajukan Mesir ini mendesak semua pihak untuk menghentikan permusuhan di Gaza. Proposal itu juga menyerukan pembukaan perbatasan, setelah situasi keamanan stabil dan pembicaraan tingkat tinggi di antara mereka yang terlibat.

Sejumlah pejabat senior Israel mengatakan, proposal tersebut akan dipertimbangkan dengan sangat serius.

Walau Hamas pesimistis, perunding Palestina, Saeb Erakat, sebaliknya merasa optimistis. Saeb Erakat mengatakan, dia berharap bahwa "kami dapat melihat sejumlah tanda yang nyata dan serius mengenai kemungkinan gencatan senjata dalam 12-24 jam ke depan."

"Saya tahu beberapa pemimpin lain di Hamas yang mengatakan bahwa kami tidak menutup pintu terhadap setiap inisiatif gencatan senjata," katanya.

Hingga Senin, jumlah korban tewas dari serangan udara Israel di Gaza yang sudah berlangsung selama hampir seminggu ini telah mencapai 186 orang. Semua korban adalah warga Palestina. Adapun jumlah korban luka mencapai 1.390 orang. Angka tersebut berdasarkan data pihak medis Otoritas Palestina.

Jumlah korban tewas saat ini lebih besar dibanding jumlah korban tewas selama perang 2012 di Gaza.

"Kami menyambut baik seruan Mesir untuk mengadakan gencatan senjata dan berharap itu akan mengarah pada pemulihan ketenangan sesegera mungkin," kata Juru Bicara Departemen Luar Negeri AS, Jen Psaki, yang menggambarkan bahwa situasi saat ini berbahaya dan begolak.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Sumber CNN
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.