Kompas.com - 15/07/2014, 09:36 WIB
EditorEgidius Patnistik
GAZA CITY, KOMPAS.COM - Kabinet Israel akan mengadakan rapat pada Selasa (15/7/2014) pagi ini untuk membahas sebuah proposal gencatan senjata di Gaza yang telah diajukan Mesir, kata seorang pejabat senior Israel. Namun seorang pejabat Hamas Palestina mengatakan, sejauh ini tidak ada kesepakatan yang tercapai.

Komentar-komentar itu muncul setelah Mesir mengusulkan sebuah gencatan senjata untuk mengakhiri kekerasan yang telah berlangsung tujuh hari yang telah menewaskan lebih dari 185 warga Palestina di Gaza dan ratusan roket ditembakkan ke Israel.

Seorang pejabat Israel mengatakan, usulan Mesir untuk gencatan senjata mulai pukul 06.00 GMT (atau pukul 13.00 WIB) akan dibahas pada Selasa pagi. "Kabinet akan bertemu besok pagi-pagi untuk mempelajari secara serius usulan Mesir itu," kata pejabat tersebut kepada AFP. Pejabat itu  tidak mau namanya disebutkan.

Media Mesir melaporkan bahwa Menteri Luar Negeri AS, John Kerry, diharapkan akan tiba di Kairo pada Selasa ini untuk mendorong pengakhiran kekerasan di Gaza itu.

Namun seorang pejabat Hamas menegaskan bahwa belum ada kesepakatan yang tercapai meskipun ia mengatakan sejumlah upaya untuk mencapai gencatan senjata sedang berlangsung. "Ada sejumlah upaya dan komunikasi tentang kesepakatan gencatan senjata tetapi sampai sekarang tidak ada yang final," katanya kepada AFP Senin malam. "Berbagai upaya sedang dilakukan oleh sejumlah pihak, terutama orang-orang Mesir, tetapi caranya lemah," tambahnya.

Mesir pada Senin malam mengusulkan sebuah gencatan senjata yang akan dimulai Selasa pagi ini.

"Pukul 06.00 GMT telah ditetapkan sebagai awal pelaksanaan gencatan senjata antara kedua belah pihak," kata proposal tersebut.

Mesir menambahkan, pihaknya menyerukan "gencatan senjata penuh dalam waktu 12 jam sejak hal itu diumumkan dan diterima oleh kedua belah pihak."

Proposal tersebut mengatakan, Kairo akan siap untuk menerima delegasi Israel dan Palestina guna membahas langkah-langkah memperkuat gencatan senjata dan membangun kepercayaan dalam waktu 48 jam sejak gencatan senjata dimulai.

Di antara masalah yang akan dibahas adalah soal pengurangan arus barang ke Gaza, yang telah diberlakukan oleh blokade oleh Israel selama bertahun-tahun.

Mantan Perdana Menteri Hamas, Ismail Haniya, membahas perundingan gencatan senjata dalam pidato televisi pada Sabtu malam lalu. "Ada sejumlah gerakan dan kontak untuk menghentikan agresi musuh terhadap Gaza. Ada negara-negara yang ikut serta," katanya. "Saat mujahidin bertempur di medan perang, ada gerakan politik dan diplomatik oleh pemimpin gerakan, dan oleh faksi-faksi internal dan eksternal, yang dipimpin Khaled Meshaal."

Hamas mengatakan, pihaknya menginginkan blokade Israel di Gaza dicabut, serta pembukaan perbatasan Rafah dengan Mesir dalam kesepakatan gencatan senjata tersebut. Hamas juga menginginkan Israel membebaskan orang-orang Palestina yang ditahan kembali setelah mereka dibebaskan dalam pertukaran dengan tentara Israel yang diculik, Gilad Shalit.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.