Netanyahu: Hamas Harus Dipersalahkan atas Kematian Warga Sipil

Kompas.com - 14/07/2014, 10:25 WIB
Benjamin Netanyahu APBenjamin Netanyahu
EditorEgidius Patnistik
YERUSALEM, KOMPAS.COM - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mempersalahkan Hamas atas jatuhnya korban warga sipil di Jalur Gaza. Ia mengatakan militan menyembunyikan bahan peledak di rumah sakit dan menggunakan warga Gaza sebagai perisai.

Ofensif Israel dimaksudkan untuk mengakhiri serangan roket Hamas terhadap Israel. Para pejabat Palestina mengatakan jumlah korban tewas di Gaza telah melampaui 160 orang, terdiri dari  militan, perempuan dan anak-anak, dan lebih dari 1.000 lainnya  luka-luka.

Selain serangan udara yang berlanjut, militer Israel untuk pertama kalinya melancarkan serangan darat hari Minggu (13/7/2014). Pasukan komando menarget lokasi peluncuran roket dalam sebuah serangan singkat. Pihak berwenang menyatakan empat tentara Israel luka ringan dalam tembak menembak dengan para pejuang Palestina.

Serangan gencar semalam di Gaza Utara menyebabkan ribuan warga Palestina meninggalkan daerah itu lebih jauh ke arah selatan, dengan harapan menemukan tempat tinggal yang aman di sana. Banyak warga asing dan Palestina yang memiliki kewarganegaraan ganda meninggalkan Jalur Gaza hari Minggu.

Militer Israel telah memperingatkan warga Palestina yang tinggal di Gaza Utara agar mengungsi demi keselamatan mereka sendiri karena serangan-serangan udara akan semakin meningkat.

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X