Korban Tewas di Gaza 165 Orang Saat Kekerasan Masuk Hari ke-6

Kompas.com - 13/07/2014, 16:26 WIB
Sebuah tank Merkava milik Israel berpatroli di perbatasan Israel dan jalur Gaza, menyusul serangan udara yang dilancarkan Israel ke Palestina, 10 Juli 2014. Serangan Israel ke kota Gaza menewaskan puluhan warga Palestina termasuk wanita dan anak-anak. AFP PHOTO / JACK GUEZSebuah tank Merkava milik Israel berpatroli di perbatasan Israel dan jalur Gaza, menyusul serangan udara yang dilancarkan Israel ke Palestina, 10 Juli 2014. Serangan Israel ke kota Gaza menewaskan puluhan warga Palestina termasuk wanita dan anak-anak.
EditorEgidius Patnistik
GAZA CITY, KOMPAS.COM - Serangan Israel di Gaza menewaskan seorang remaja laki-laki dan seorang wanita pada Minggu (13/7/2014), kata sejumlah petugas medis. Dengan demikian maka jumlah korban tewas secara keseluruhan bertambah menjadi 165 orang saat serangan udara Israel memasuki hari ke enam.

Menurut Ashraf al-Qudra, seorang juru bicara sebuah badan darurat Palestina, sebuah serangan di kota Jabaliya di Gaza utara menghantam sebuah rumah dan menewaskan seorang anak laki-laki berusia 14 tahun. Tak lama setelah itu, sebuah serangan lain menewaskan seorang wanita di kamp pengungsi Maghazi di Gaza tengah, katanya. Di tempat lain, seorang pria yang terluka dalam serangan sebelumnya meninggal karena luka-lukanya. Menurut Qudra, dengan perkembangan terbaru itu maka jumlah korban tewas meningkat menjadi 165 orang. Sementara korban luka dilaporkan telah mencapai lebih dari 1.000 orang.

Sejumlah saksi mata di kota Rafah di Gaza selatan juga melaporkan telah melihat orang-orang bersenjata membunuh seorang pria di tengah jalan. Pembunuhan itu tampaknya merupakan eksekusi terhadap seseorang yang dicurigai telah bekerja sama dengan Israel. Sejauh ini belum ada satu pun faksi di Gaza yang mengaku bertanggung jawab atas pembunuhan itu.

Hari Sabtu kemarin merupakan hari paling berdarah sejauh ini dalam serangan udara Israel itu, dengan sedikitnya 52 orang tewas. Serangan paling mematikan terjadi di Kota Gaza sebelum tengah malam waktu setempat (atau Minggu dini hari pukul 04.00 WIB) di distrik Tuffah di mana 18 orang tewas dalam serangan yang menerjang rumah kepala polisi Hamas, Tayseer al-Batsh, dan sebuah masjid, kata petugas medis. Batsh selamat tetapi dilaporkan dalam kondisi kritis, sementara sekitar 50 orang lainnya luka-luka dalam serangan tersebut.


Israel memulai operasi dengan nama sandi Protective Edge sebelum fajar pada Selasa lalu dalam upaya untuk menghentikan serangan roket yang ditembakkan  kelompok-kelompok militan dari Gaza. Sejak itu, sekitar 655 roket telah menghantam Israel, sebanyak 170 lainnya dapat dicegat sistem pertahanan rudal Iron Dome, kata tentara Isreal, Minggu. Sejak tengah malam tadi malam, 22 roket menghantam Israel, dan lima lainnya ditembak jatuh.

Sejauh ini tidak ada orang Israel yang tewas dan hanya dua orang yang terluka parah, kata petugas medis Israel.

Pada Minggu pagi, militer Israel mengatakan pihak telah menyerang 1.320 "target teror" di Gaza, termasuk 735 peluncur roket, 64 basis pelatihan dan kompleks militan, dan 32 fasilitas kepemimpinan Hamas. Semalam saja, kata militer negara itu, lebih dari 20 target diserang.

Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Pasien Virus Corona: Kakek Baru Dapat Kasur Rumah Sakit 3 Jam Sebelum Meninggal

Kisah Pasien Virus Corona: Kakek Baru Dapat Kasur Rumah Sakit 3 Jam Sebelum Meninggal

Internasional
Hamas Gunakan Gambar Wanita Cantik untuk Retas Ponsel Tentara Israel

Hamas Gunakan Gambar Wanita Cantik untuk Retas Ponsel Tentara Israel

Internasional
Korban Meninggal Virus Corona di China Per 18 Februari 2020 Capai 1.863 Orang

Korban Meninggal Virus Corona di China Per 18 Februari 2020 Capai 1.863 Orang

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Cerita Pasien Virus Corona yang Sudah Sembuh | Kampanye Bernie Sanders Diganggu Wanita Telanjang Dada

[POPULER INTERNASIONAL] Cerita Pasien Virus Corona yang Sudah Sembuh | Kampanye Bernie Sanders Diganggu Wanita Telanjang Dada

Internasional
Di Nevada, Wanita Bertelanjang Dada Ganggu Kampanye Bernie Sanders

Di Nevada, Wanita Bertelanjang Dada Ganggu Kampanye Bernie Sanders

Internasional
Hilang di AS, Cincin Wanita Ini Ditemukan di Finlandia 47 Tahun Kemudian

Hilang di AS, Cincin Wanita Ini Ditemukan di Finlandia 47 Tahun Kemudian

Internasional
Berencana Menyerang Masjid, Anggota Sayap Kanan di Jerman Ditangkap

Berencana Menyerang Masjid, Anggota Sayap Kanan di Jerman Ditangkap

Internasional
Geng Kriminal Curi Tisu Toilet di Tengah Wabah Virus Corona

Geng Kriminal Curi Tisu Toilet di Tengah Wabah Virus Corona

Internasional
Virus Corona Hantui Jepang, Catatkan Kasus Tertinggi Kedua Setelah China

Virus Corona Hantui Jepang, Catatkan Kasus Tertinggi Kedua Setelah China

Internasional
14 dari 300 Warga AS yang Dievakuasi dari Kapal Pesiar di Jepang Tertular Virus Corona

14 dari 300 Warga AS yang Dievakuasi dari Kapal Pesiar di Jepang Tertular Virus Corona

Internasional
Virus Corona Merebak, Kaisar Jepang Batalkan Perayaan Ulang Tahun

Virus Corona Merebak, Kaisar Jepang Batalkan Perayaan Ulang Tahun

Internasional
Kisah Orang Afrika Pertama yang Terpapar Virus Corona dan Sudah Sembuh

Kisah Orang Afrika Pertama yang Terpapar Virus Corona dan Sudah Sembuh

Internasional
40 Warga AS di Kapal Pesiar di Jepang Tertular Virus Corona

40 Warga AS di Kapal Pesiar di Jepang Tertular Virus Corona

Internasional
Kisah Pasien Singapura Sembuh dari Virus Corona: Rasanya Seperti Mau Mati

Kisah Pasien Singapura Sembuh dari Virus Corona: Rasanya Seperti Mau Mati

Internasional
Mengira Tertular Virus Corona, Mahasiswa Asing di Arab Saudi Bunuh Diri

Mengira Tertular Virus Corona, Mahasiswa Asing di Arab Saudi Bunuh Diri

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X