Rentetan Insiden di Balik Pengusiran Perwakilan CIA di Berlin

Kompas.com - 11/07/2014, 04:54 WIB
Lambang CIA. AP PhotoLambang CIA.
EditorPalupi Annisa Auliani

BERLIN, KOMPAS.com — Jerman, Kamis (10/7/2014), mengusir kepala biro badan intelijen Amerika (CIA) di Berlin. Berikut ini adalah rentetan peristiwa dan tanggapan yang melatari pengusiran tersebut.

Pada Rabu (9/7/2014), polisi Jerman menggeledah perumahan dan kantor seorang pria yang menurut media setempat merupakan karyawan Kementerian Pertahanan Jerman yang diduga membocorkan rahasia negara ke Amerika Serikat.

Sebelumnya, Jumat (4/7/2014), seorang pegawai dinas intelijen Jerman (BND) berumur 31 tahun telah ditangkap karena menjual lebih dari 200 dokumen ke CIA. Dokumen-dokumen ini merupakan milik BND, termasuk hasil pertemuan parlemen Jerman yang menyelidiki aktivitas pemantauan oleh badan keamanan nasional Amerika Serikat (NSA) di Jerman.

Folder dokumen tersebut yang terkumpul dalam USB stick, diduga memuat pula instruksi dari kantor Kanselir Jerman Angela Merkel untuk Kepala BND dan gambaran jaringan BND di luar negeri, seperti yang dilansir harian Die Welt.


Politisi Jerman dari lintas partai telah mengecam kegiatan mata-mata Amerika Serikat di Jerman dan menyebutnya sebagai pengkhianatan kepercayaan oleh Washington. Bersamaan, Kementerian Luar Negeri Jerman telah membahas kasus ini dengan Duta Besar AS di Berlin dalam beberapa hari terakhir.

Menteri Pertahanan Jerman Ursula von der Leyen, yang dikenal memiliki hubungan dekat dengan Amerika Serikat, bahkan membenarkan Berlin telah mengirimkan sinyal yang sangat jelas ke Amerika Serikat bahwa Jerman tak akan menoleransi lagi semua jenis pelanggaran kepercayaan. "Dan bahwa kita perlu sebuah awal baru."

Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Jerman Thomas de Maiziere mengatakan, manfaat yang diambil Amerika Serikat dengan praktik mata-matanya ini pun dipertanyakan. "Berdasarkan apa yang kami ketahui sekarang, informasi yang didapatkan melalui dugaan spionase ini konyol," ujar dia.

Namun, mantan Menteri Luar Negeri Jerman Schaeuble mengakui kerja sama intelijen translantik dengan Amerika Serikat pada masa lalu memang telah menggagalkan ancaman terorisme pada masa lalu.

Meski demikian, Schaeuble mengatakan, pengalaman tersebut tak berarti Amerika dimungkinkan merekrut pejabat level tiga di Jerman untuk menjadi sumber rahasianya, seperti dikutip dari lembaga penyiaran Phoenix. "Itulah mengapa muncul reaksi tidak senang," imbuh Schaeuble, merujuk pada reaksi keras Merkel.

Dalam pernyataan keras, Merkel mengatakan bahwa berdasarkan akal sehat memata-matai sekutu adalah buang-buang energi. "Kita memiliki begitu banyak masalah yang menurut saya mengharuskan kita fokus pada hal-hal penting."

Kanselir Jerman juga mengatakan telah terjadi pendekatan yang sangat berbeda di kedua sisi Samudra Atlantik dalam menghadapi akhir dari era Perang Dingin. Dia pun mengatakan ancaman untuk Sekutu seperti konflik Suriah seharusnya lebih efektif dihadapi, tetapi itu tergantung pada kepercayaan di antara negara-negara Sekutu. "Lebih percaya berarti dapat keamanan lebih," tegas Merkel.

Terungkapnya praktik intelijen ganda ini membuat Jerman semakin meradang setelah pada 2013 terungkap praktik penyadapan telepon Merkel oleh NSA. Informasi tersebut merupakan salah satu bocoran kabar yang disampaikan mantan kontraktor NSA, Edward Snowden, yang sekarang mendapatkan suaka dari Rusia setelah menjalani periode pelarian panjang hingga ke Hongkong.

Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Virus Corona Hantui Jepang, Catatkan Kasus Tertinggi Kedua Setelah China

Virus Corona Hantui Jepang, Catatkan Kasus Tertinggi Kedua Setelah China

Internasional
14 dari 300 Warga AS yang Dievakuasi dari Kapal Pesiar di Jepang Tertular Virus Corona

14 dari 300 Warga AS yang Dievakuasi dari Kapal Pesiar di Jepang Tertular Virus Corona

Internasional
Virus Corona Merebak, Kaisar Jepang Batalkan Perayaan Ulang Tahun

Virus Corona Merebak, Kaisar Jepang Batalkan Perayaan Ulang Tahun

Internasional
Kisah Orang Afrika Pertama yang Terpapar Virus Corona dan Sudah Sembuh

Kisah Orang Afrika Pertama yang Terpapar Virus Corona dan Sudah Sembuh

Internasional
40 Warga AS di Kapal Pesiar di Jepang Tertular Virus Corona

40 Warga AS di Kapal Pesiar di Jepang Tertular Virus Corona

Internasional
Kisah Pasien Singapura Sembuh dari Virus Corona: Rasanya Seperti Mau Mati

Kisah Pasien Singapura Sembuh dari Virus Corona: Rasanya Seperti Mau Mati

Internasional
Mengira Tertular Virus Corona, Mahasiswa Asing di Arab Saudi Bunuh Diri

Mengira Tertular Virus Corona, Mahasiswa Asing di Arab Saudi Bunuh Diri

Internasional
Perawat Ini Alami Diskriminasi Saat Merawat Pasien Virus Corona

Perawat Ini Alami Diskriminasi Saat Merawat Pasien Virus Corona

Internasional
Trump Minta Rusia untuk Berhenti Dukung Kekejaman Suriah

Trump Minta Rusia untuk Berhenti Dukung Kekejaman Suriah

Internasional
Korban Meninggal Virus Corona Per 17 Februari 2020 Capai 1.765 Orang

Korban Meninggal Virus Corona Per 17 Februari 2020 Capai 1.765 Orang

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] China Keluhkan Negara yang Bereaksi Berlebihan | Murid Australia Nyanyikan 'Abang Tukang Bakso' untuk Jokowi

[POPULER INTERNASIONAL] China Keluhkan Negara yang Bereaksi Berlebihan | Murid Australia Nyanyikan "Abang Tukang Bakso" untuk Jokowi

Internasional
Wabah Virus Corona dalam Angka Per 16 Februari 2020

Wabah Virus Corona dalam Angka Per 16 Februari 2020

Internasional
Taiwan Umumkan Kasus Kematian Pertama Virus Corona

Taiwan Umumkan Kasus Kematian Pertama Virus Corona

Internasional
22 Hari 'Hilang di Tengah Wabah Virus Corona, Kim Jong Un Kembali Muncul

22 Hari "Hilang di Tengah Wabah Virus Corona, Kim Jong Un Kembali Muncul

Internasional
WNI di Singapura Tak Terlalu Khawatir di Tengah Wabah Virus Corona

WNI di Singapura Tak Terlalu Khawatir di Tengah Wabah Virus Corona

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X