ISIS Ancam Serang Piala Dunia 2022 di Qatar

Kompas.com - 10/07/2014, 21:39 WIB
Dalam foto ini terlihat sebuah rudal Scud buatan Uni Soviet yang diarak keliling kota Raqqa, Suriah di atas sebuah truk. TelegraphDalam foto ini terlihat sebuah rudal Scud buatan Uni Soviet yang diarak keliling kota Raqqa, Suriah di atas sebuah truk.
EditorErvan Hardoko
BAGHDAD, KOMPAS.com — Piala Dunia 2014 belum usai. Namun, kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) sudah menebar ancaman untuk Piala Dunia 2022 yang akan digelar di Qatar.

ISIS memperingatkan Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) jika turnamen empat tahunan itu tetap digelar di Qatar, ISIS akan beraksi dengan menembakkan rudal jarak jauh Scud ke Qatar.

Ancaman itu muncul dalam sebuah pesan yang diunggah ke sebuah forum ISIS di dunia maya, alplatformmedia.com, pada Minggu (6/7/2014), yang kemudian dipublikasikan harian terbitan Mesir, Al Wattan.

Dalam pesan itu, ISIS menyerukan kepada Presiden FIFA Joseph Blatter agar memindahkan Piala Dunia dari negeri Teluk tersebut. Inilah isi pesan ISIS tersebut:

"Yth Joseph,

Kami sudah memberimu pesan pada 2010, saat Anda memutuskan atau saat Anda disuap oleh mantan Emir Qatar untuk menggelar Piala Dunia 2022 di Qatar. Sekarang setelah Kekhalifahan Islam berdiri, kami memutuskan bahwa tidak akan ada Piala Dunia di Qatar karena Qatar akan menjadi wilayah Kekhalifahan di bawah pemerintahan Kalifah Ibrahim bin Awad Alqarshi (nama lengkap Abu Bakr al-Baghdadi, pemimpin ISIS) yang tak mengizinkan korupsi dan pemecahbelahan Islam di tanah umat Muslim.

Itulah sebabnya kami menyarankan agar Anda mencari pengganti negara penyelenggara selain Qatar. Kekhalifahan Islam memiliki rudal jarak jauh Scud yang bisa mencapai Qatar, seperti yang sudah diketahui Amerika.

Terima kasih."

Meski ISIS mengancam akan menembakkan rudal Scud, sejumlah pengamat meragukan kelompok itu memiliki kapabilitas untuk mewujudkan ancaman itu.

Dalam foto yang diunggah di media sosial bulan ini, ISIS terlihat mengarak sebuah rudal balistik Scud di jalanan kota Raqqa, Suriah, yang dalam beberapa tahun terakhir dikuasai ISIS.

Meski terlihat jelas bahwa rudal itu adalah Scud, sejumlah pengamat mengatakan tampaknya rudal Scud itu bisa dioperasikan.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tangkal Virus Corona, 1.230 Dokter dan Perawat dari Seluruh China Dikerahkan

Tangkal Virus Corona, 1.230 Dokter dan Perawat dari Seluruh China Dikerahkan

Internasional
'Rencana Perdamaian' Trump Bocor, Warga Palestina Bentrok dengan Polisi Israel

"Rencana Perdamaian" Trump Bocor, Warga Palestina Bentrok dengan Polisi Israel

Internasional
Pakar asal China Ini Sebut Virus Corona Menular lewat Mata

Pakar asal China Ini Sebut Virus Corona Menular lewat Mata

Internasional
Beredar Video Mayat Diduga Korban Virus Corona Tergeletak di Rumah Sakit China

Beredar Video Mayat Diduga Korban Virus Corona Tergeletak di Rumah Sakit China

Internasional
Setelah Menembak Mati 6 Keluarganya, Pria di Jerman Menelepon Ambulans

Setelah Menembak Mati 6 Keluarganya, Pria di Jerman Menelepon Ambulans

Internasional
12 Negara di Dunia Positif Terjangkit Virus Corona

12 Negara di Dunia Positif Terjangkit Virus Corona

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Alasan Pangeran Harry Mundur | Mayoritas Rakyat AS Dukung Pemakzulan Trump

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Alasan Pangeran Harry Mundur | Mayoritas Rakyat AS Dukung Pemakzulan Trump

Internasional
Australia Umumkan Kasus Pertama Virus Corona

Australia Umumkan Kasus Pertama Virus Corona

Internasional
Serangan Rudal Iran Akibatkan 34 Tentara AS Cedera Otak

Serangan Rudal Iran Akibatkan 34 Tentara AS Cedera Otak

Internasional
Korban Meninggal Virus Corona di China Melonjak hingga 41 Orang

Korban Meninggal Virus Corona di China Melonjak hingga 41 Orang

Internasional
Virus Corona Hantam Eropa, Perancis Umumkan Adanya 3 Kasus

Virus Corona Hantam Eropa, Perancis Umumkan Adanya 3 Kasus

Internasional
Rawat Pasien Virus Corona, China Bangun Rumah Sakit dalam 10 Hari

Rawat Pasien Virus Corona, China Bangun Rumah Sakit dalam 10 Hari

Internasional
Tanggapi Virus Corona, PM Singapura Minta Warga Tenang namun Waspada

Tanggapi Virus Corona, PM Singapura Minta Warga Tenang namun Waspada

Internasional
Wabah Virus Corona di China: 26 Orang Meninggal, 9 Kota Kena Larangan Bepergian

Wabah Virus Corona di China: 26 Orang Meninggal, 9 Kota Kena Larangan Bepergian

Internasional
Cerita Mahasiswa Indonesia di Wuhan, Kota Virus Corona Mulai Menyebar

Cerita Mahasiswa Indonesia di Wuhan, Kota Virus Corona Mulai Menyebar

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X