Kompas.com - 10/07/2014, 07:25 WIB
EditorPalupi Annisa Auliani

MARKAS PBB, KOMPAS.com — Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon menyatakan, situasi di Jalur Gaza saat ini ibarat berada di ujung pisau. Dia pun mengatakan, Timur Tengah sekarang sedang menghadapi tantangan paling serius dalam beberapa hari terakhir, menyusul operasi militer Israel ke Jalur Gaza ini.

Dalam sambutan yang blak-blakan, Rabu (9/7/2014), Ban menyatakan, dia telah berbicara dengan para pemimpin dunia terkait persoalan ini. Para pemimpin yang sudah dia ajak bicara antara lain Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, Presiden Palestina Mahmud Abbas, Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi, dan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat John Kerry.

Pernyataan keras Ban ini datang setelah pesawat tempur Israel membombardir Gaza, menewaskan puluhan orang termasuk warga sipil, menjadi konfrontasi paling besar antara Israel dan kelompok Hamas di Palestina sejak 2012.

"Saya khawatir dengan gelombang baru kekerasan yang melanda Gaza, kawasan selatan Israel, dan Tepi Barat, termasuk Jerusalem Timur. Ini merupakan salah satu ujian yang paling penting yang dihadapi wilayah ini dalam beberapa tahun terakhir," ungkap Ban.

"Gaza berada di ujung pisau. Situasi memburuk bak spiral yang berpusar ke bawah yang bisa dengan cepat berada di luar kendali siapa pun," lanjut Ban. "Risiko kekerasan sekarang akan berkembang lebih jauh adalah nyata. (Padahal), Gaza dan wilayah (Timur Tengah) secara keseluruhan tak akan mampu menanggung letusan perang lagi."

Meski demikian, Ban juga mengutuk aksi militan Hamas yang melontarkan roket ke wilayah Israel. Dia mengatakan, aksi tersebut juga tak bisa diterima dan harus dihentikan. Ban mengaku sudah pula mendesak Netanyahu untuk semaksimal mungkin menahan diri dan menghormati kewajiban internasional untuk melindungi warga sipil.

Hingga Kamis (10/7/2014) pagi, serangan udara Israel ke wilayah Gaza telah menewaskan tak kurang dari 64 orang. Para korban tak semuanya militan Hamas yang diklaim Israel sebagai sasaran spesifik mereka dalam Operation Protective Edge ini. Di antara korban tewas yang sudah berjatuhan, tercatat ada 10 perempuan dan 18 anak-anak, dengan ratusan warga lain terluka.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang
Sumber
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.