Kompas.com - 10/07/2014, 07:25 WIB
Api menyala dari sebuah bangunan di kawasan padat penduduk di Gaza City, Jalur Gaza, Palestina, Rabu (9/7/2014), setelah menjadi sasaran serangan udara Israel. AFP PHOTO / THOMAS COEX Api menyala dari sebuah bangunan di kawasan padat penduduk di Gaza City, Jalur Gaza, Palestina, Rabu (9/7/2014), setelah menjadi sasaran serangan udara Israel.
EditorPalupi Annisa Auliani

MARKAS PBB, KOMPAS.com — Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon menyatakan, situasi di Jalur Gaza saat ini ibarat berada di ujung pisau. Dia pun mengatakan, Timur Tengah sekarang sedang menghadapi tantangan paling serius dalam beberapa hari terakhir, menyusul operasi militer Israel ke Jalur Gaza ini.

Dalam sambutan yang blak-blakan, Rabu (9/7/2014), Ban menyatakan, dia telah berbicara dengan para pemimpin dunia terkait persoalan ini. Para pemimpin yang sudah dia ajak bicara antara lain Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, Presiden Palestina Mahmud Abbas, Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi, dan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat John Kerry.

Pernyataan keras Ban ini datang setelah pesawat tempur Israel membombardir Gaza, menewaskan puluhan orang termasuk warga sipil, menjadi konfrontasi paling besar antara Israel dan kelompok Hamas di Palestina sejak 2012.

"Saya khawatir dengan gelombang baru kekerasan yang melanda Gaza, kawasan selatan Israel, dan Tepi Barat, termasuk Jerusalem Timur. Ini merupakan salah satu ujian yang paling penting yang dihadapi wilayah ini dalam beberapa tahun terakhir," ungkap Ban.

"Gaza berada di ujung pisau. Situasi memburuk bak spiral yang berpusar ke bawah yang bisa dengan cepat berada di luar kendali siapa pun," lanjut Ban. "Risiko kekerasan sekarang akan berkembang lebih jauh adalah nyata. (Padahal), Gaza dan wilayah (Timur Tengah) secara keseluruhan tak akan mampu menanggung letusan perang lagi."

Meski demikian, Ban juga mengutuk aksi militan Hamas yang melontarkan roket ke wilayah Israel. Dia mengatakan, aksi tersebut juga tak bisa diterima dan harus dihentikan. Ban mengaku sudah pula mendesak Netanyahu untuk semaksimal mungkin menahan diri dan menghormati kewajiban internasional untuk melindungi warga sipil.

Hingga Kamis (10/7/2014) pagi, serangan udara Israel ke wilayah Gaza telah menewaskan tak kurang dari 64 orang. Para korban tak semuanya militan Hamas yang diklaim Israel sebagai sasaran spesifik mereka dalam Operation Protective Edge ini. Di antara korban tewas yang sudah berjatuhan, tercatat ada 10 perempuan dan 18 anak-anak, dengan ratusan warga lain terluka.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca tentang


Sumber
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.