Kompas.com - 07/07/2014, 09:17 WIB
Pengungsi Irak, yang telah melarikan diri dari kekerasan di Nineveh bagian utara Irak, membawa barang mereka saat tiba di al-Hamdaniyah, 76 km barat ibu kota otonom wilayah Kurdi di Arbil, 16 Juni 2014. Menteri luar negeri Arab akan bertemu minggu ini di Arab Saudi untuk membahas situasi di Irak menyusul pertempuran kilat oleh militan Islam. AFP PHOTO / KARIM SAHIBPengungsi Irak, yang telah melarikan diri dari kekerasan di Nineveh bagian utara Irak, membawa barang mereka saat tiba di al-Hamdaniyah, 76 km barat ibu kota otonom wilayah Kurdi di Arbil, 16 Juni 2014. Menteri luar negeri Arab akan bertemu minggu ini di Arab Saudi untuk membahas situasi di Irak menyusul pertempuran kilat oleh militan Islam.
EditorPalupi Annisa Auliani
BAGHDAD, KOMPAS.com - Aksi Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) lagi-lagi telah menyebabkan tak kurang dari 30.000 warga kota kecil di timur Suriah harus mengungsi, setelah kelompok milisi tersebut merebut kota Shahel.

Berdasarkan pernyataan pemantau Suriah bagi hak asasi manusia, Minggu (6/7/2014), warga sipil itu dipaksa meninggalkan rumah mereka pada akhir pekan lalu, menuju wilayah di dekat Provinsi Deir Az-Zour.

Shahel adalah kota kecil di pinggiran provinsi penghasil minyak di Suriah, Deir Az-Zour. Sebelumnya wilayah ini dikuasai front An-Nusra yang berseberangan dengan ISIS. Namun, An-Nusra memilih mundur dari kota tersebut setelah banyak kelompok milisi lain mengangkat sumpah setia kepada ISIS.

Sementara itu, hampir separuh ladang minyak di Deir Az-Zour sudah dikuasai ISIS, kecuali satu ladang minyak di pinggiran kota. Belum lama ini ISIS telah memproklamasikan kekhalifahan Islam yang mencakup Irak dan Suriah.

Pemimpin kelompok ini, Abu Bakr Al-Baghdadi, menyatakan tujuan mereka adalah memerangi pemerintahan Syiah Perdana Menteri Irak Nuri Al-Maliki dan pemerintahan Presiden Suriah Bashar al-Assad. Jabatan senior di pemerintahan Assad diisi oleh tokoh Alawi yang berasal dari Bashar dan merupakan cabang kelompok Syiah.


Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.