Kompas.com - 01/07/2014, 17:04 WIB
Kardinal Bosnia Vinko Puljic meresmikan patung Paus Yohanes Paulus II di depan katedral Hati Yesus, Sarajevo, Rabu (30/4/2014). Dukungan Paus Yohanes Paulus II kepada warga Bosnia selama perang 1992-1995 dan dorongannya untuk menghancurkan sekat-sekat etnis dan agama membuatnya sangat populer di mata warga Bosnia, apapun agama yang mereka peluk. AP Photo/Amel EmricKardinal Bosnia Vinko Puljic meresmikan patung Paus Yohanes Paulus II di depan katedral Hati Yesus, Sarajevo, Rabu (30/4/2014). Dukungan Paus Yohanes Paulus II kepada warga Bosnia selama perang 1992-1995 dan dorongannya untuk menghancurkan sekat-sekat etnis dan agama membuatnya sangat populer di mata warga Bosnia, apapun agama yang mereka peluk.
EditorJosephus Primus


KOMPAS.com - Seluruh pasang mata pada Sabtu (29/6/2014), mengarah ke Sarajevo. Mereka memperingati 100 tahun tewasnya pemimpin Austraia kala itu, Franz Ferdinand. Insiden yang menyebut nama Gavrilo Princip asal Bosnia-Serbia sebagai pelaku pembunuhan memicu Perang Dunia Pertama.

Sejauh ini, Masih tersisa dua perbedaan pandangan terhadap Gavrilo Princip. Sementara orang menyebutnya sebagai pahlawan. Sebagian lagi menyebutnya sebagai teroris.

Sarajevo kini memang berbeda dengan masa lalu. Tapi, ikon kota itu tetaplah sebuah penginapan yang disebut Hostel Franz Ferdinand. Interior pada dua bangunan di penginapan itu menunjukkan perjalanan sejarah Sarajevo. Termasuk di dalamnya, foto-foto mendiang Franz Ferdinand dan istrinya Sophie.

Selain itu, Jembatan Latin, juga di kota Sarajevo senantiasa menjadi bagian dari promosi wisata pemerintah. Padahal di jembatan itulah, Gavrilo Princip menembak mati Franz Ferdinand. "Sarajevo sekarang adalah kota yang menarik dan menyimpan bukti-bukti kuat sejarah Eropa,"kata Wali Kota Sarajevo Ivo Komsic.

Catatan menunjukkan, saat ini ada sekitar 400.000 warga Sarajevo. Mereka memeluk agama berbeda mulai dari Yahudi, Islam, Kristen Katolik, dan Kristen Ortodoks. Sarajevo masih meninggalkan banyak bangunan bersejarah termasuk kerukunan beragama di dalamnya. Maka dari itulah, hingga kini, Sarajevo akrab dengan julukan Jerusalem Balkan, tulis AFP.


Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.