Jelang Aljazair vs Jerman, Kota Nice Larang Pengibaran Bendera Asing

Kompas.com - 30/06/2014, 22:18 WIB
Penyerang Aljazair, Islam Slimani (kanan), mencetak gol ke gawang Rusia, pada pertandingan Grup H Piala Dunia, di Arena Da Baixada, Curitiba, 26 Juni 2014. Pertandingan berakhir imbang 1-1. ADRIAN DENNIS / AFPPenyerang Aljazair, Islam Slimani (kanan), mencetak gol ke gawang Rusia, pada pertandingan Grup H Piala Dunia, di Arena Da Baixada, Curitiba, 26 Juni 2014. Pertandingan berakhir imbang 1-1.
EditorErvan Hardoko
PARIS, KOMPAS.com - Pemerintah kota Nice, sebuah kota wisata di pesisir selatan Perancis, Senin (30/6/2014), melarang pengibaran berbagai bendera asing di kota itu menjelang pertandingan babak 16 besar antara Jerman melawan Aljazair.

Aparat kepolisian memperketat keamanan di kota itu sebab dua pertandingan Aljazair terdahulu selalu diikuti dengan kerusuhan yang melibatkan pendukung negeri Afrika utara tersebut.

Wali kota Nice, Christian  Estrosi menerbitkan dekrit yang untuk sementara melarang pengibaran bendera asing di pusat kota itu, yang banyak dihuni warga keturunan Aljazair. "Sejak awal Piala Dunia kami sudah melihat perilaku tidak toleran yang mengganggu keamanan publik." kata Etrosi.

Dia menambahkan, larangan mengibarkan bendera asing itu akan diterapkan hingga perhelatan Piala Dunia berakhir.

Aljazair mencetak sejarah dengan lolos ke babak 16 besar Piala Dunia 2014 di Brasil. Namun, sejumlah suporter Aljazair merayakan keberhasilan itu dengan berlebihan yang berujung ditahannya 70 orang akibat merusak dan menjarah.

Jumlah itu berlipat dua dibanding 30 orang pendukung Aljazair yang ditahan pada 22 Juni lalu, saat Aljazair mengalahkan Korea Selatan 4-2.

Insiden kerusuhan itu membuat politisi sayap kanan Perancis, Marine Le Pen menyerukan agar pemerintah mencabut kebijakan kewarganegaraan ganda karena menganggap warga keturunan Aljazair gagal berintegrasi dengan masyarakat Perancis.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Warga keturunan Aljazair adalah imigran terbesar di Perancis dengan jumlah hampir dua juta orang yang tersebar di diseluruh negeri . Sebagian besar warga keturunan Aljazair memegang kewarganegaraan ganda dan keterkaitan mereka dengan tanah leluhur masih sangat kuat, termasuk mereka yang dilahirkan di Perancis.

"Kami meminta semua orang tetap tenang saat merayakan kemenangan," kata Harlem Desir, salah seorang menteri Perancis.

"Kita harus mencegah perbuatan melanggar hukum merusak apa yang seharusnya menjadi sebuah pesta," kata Harlem kepada stasiun televisi LCI.

Pemerintah Perancis mengerahkan ratusan personel keamanan tambahan ke sejumlah kota seperti Paris, Lille, Lyon dan beberapa kota lain untuk mengantisipasi laga Jerman melawan Aljazair.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.