Kompas.com - 30/06/2014, 19:44 WIB
PM Jepang Shinzo Abe. STR / JIJI PRESS / AFPPM Jepang Shinzo Abe.
EditorErvan Hardoko
TOKYO, KOMPAS.com - Pemeritah Jepang, Senin (30/6/2014), tetap berencana untuk melepaskan diri dari larangan mengembangkan militer, meski mendapatkan protes masyarakat dan seorang warga berusaha bunuh diri memprotes niat pemerintah itu.

Pada Minggu (29/6/2014) siang, ratusan orang di distrik Shinjuku, Tokyo yang sibuk menyaksikan seorang pria paruh baya yang membakar diri setelah berorasi menentang rencana Jepang kembali mempersenjatai militernya.

Aksi bakar diri itu menjadi perbincangan hangat di dunia masya, dengan puluhan video dan foto terkait upaya bunuh diri itu diunggah ke internet.

Para pengguna internet mengaitkan aksi bakar diri itu dengan niat PM Shinzo Abe mengganti konstitusi yang selama ini melarang militer Jepang terlibat perang.

Ribuan orang mendatangi kantor perdana menteri di Tokyo pada Senin malam sambil meneriakkan slogan-slogan anti-perang dan anti-fasis. Sebagian pengunjuk rasa membawa poster foto Shinzo Abe dengan kumis ala Adolf Hitler.

Abe beralasan tensi regional yang memanas, termasuk aksi China yang semakin berani terkait sengketa wilayah dan semakin mengancamnya Korea Utara, membuat Jepang harus memiliki persiapan lebih baik untuk mempertahankan diri.

Amerika Serikat, sekutu utama Jepang, mendukung rencana Abe itu. Namun, rencana ini justru banyak ditentang di dalam negeri sebab warga negeri itu sudah terbiasa dengan Jepang yang "pasif" sejak berakhirnya Perang Dunia II.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sementara itu, juru bicara pemerintah Yoshihide Suga menolak berkomentar soal upaya bakar diri yang dilakukan salah seorang warga. Namun Suga membenarkan bahwa kabinet akan mendorong kembali rencana perubahan konstitusi "pasifisme" itu.

Di bawah konstitusi saat ini, militer Jepang dilarang untuk melakukan serangan terlebih dahulu, kecuali dalam kondisi darurat di mana negeri itu benar-benar terancam.



Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X