Kompas.com - 27/06/2014, 21:25 WIB
EditorErvan Hardoko
BAGHDAD, KOMPAS.com - Sebanyak 10.000 warga sebuah kota yang warganya mayoritas beragama Kristen di Irak utara meninggalkan kediamannya setelah kota itu dihujani mortir. Demikian saksi dan UNHCR, Jumat (27/6/2014).

Badan PBB urusan pengungsi (UNHCR) mengatakan warga kota Qara Qosh, yang berlokasi di sebelah timur kota Mosul yang dikuasai militan Sunni, meninggalkan kota itu dan sebagian besar menuju ke ibu kota wilayah Kurdi, Arbil.

"Sebanyak 10.000 warga Qara Qosh meninggalkan kota itu setelah peluru mortir jatuh di dekat kota tua. Gelombang pengungsi baru ini akan menambah masalah di sana (Arbil), khususnya masalah pemukiman dan pasokan energi," demikian pernyataan UNHCR.

Wilayah otonomi Kurdi sudah menerima banjir pengungsi sejak serangan kelompok Sunni yang dipimpin Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) mencaplok sebagian besar wilah utara Irak.

Mereka yang meninggalkan kota Qara Qosh kesulitan mengakses air bersih dan pendingin ruangan, yang memperburuk kondisi mereka di tengah musim panas Irak yang sangat menyengat ini.

Kepada AFP, staf UNHCR dan pengungsi mengatakan mereka terpaksa pergi setelah hujan mortir menghantam Qara Qosh dan wilayah Hamdaniyah dan beberapa desa di sekitar kota itu.

Sejauh ini belum dapat dipastikan kelompok mana yang melepaskan tembakan mortir ke kota tersebut.

"Anak-anak saya tak bisa tidur selama dua hari karena mereka ketakutan," kata Azaar Behnam, yang duduk bersama kelima anaknya di gedung pemuda di Arbil.

"Kami pergi meninggalkan semua barang milik kami karena kondisinya semakin mengerikan dan sulit bagi kami bertahan hidup di sana," lanjut Behnam.

Pengungsi lain yang berasal dari wilayah Hamdaniyah memberikan kisah yang tak jauh berbeda dari penuturan Behnam.

"Kami sangat menderita, karena udara sangat panas dan di sana tak ada listrik dan air bersih," kata Taala Ishaq (65) yang  mengungsi dengan 24 orang anggota keluarganya termasuk 18 orang cucu.

"Kami memilih meninggalkan kota, karena kami khawatir dengan keselamatan anak-anak," tambah pria tua itu.

Sebagian besar penduduk Qara Qosh memeluk Kristen Ortodoks Suriah. Jumlah warga Kristen di Irak semakin menyusut. Dulu warga Kristen Irak berjumlah lebih dari satu juta orang dan kini jumlah mereka di seluruh Irak kurang dari 400.000 orang saja.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.