Mesir Segera Adili Lagi 500 Anggota Ikhwanul Muslimin

Kompas.com - 24/06/2014, 21:09 WIB
Keluarga para terdakwa anggota Ikhwanul Muslimin, menangis setelah pengadilan di kota Minya, Mesir menjatuhkan vonis hukuman mati untuk 529 anggota gerakan itu. AFPKeluarga para terdakwa anggota Ikhwanul Muslimin, menangis setelah pengadilan di kota Minya, Mesir menjatuhkan vonis hukuman mati untuk 529 anggota gerakan itu.
EditorErvan Hardoko
KAIRO, KOMPAS.com - Mesir kembali akan mengadili hampir 500 anggota Ikhwanul Muslimin pada 16 Juli terkait kerusuhan  yang mengakibatkan 44 orang tewas. Demikian dikabarkan media pemerintah Mesir, Selasa (24/6/2014).

Pengadilan ini adalah bagian dari upaya pemerintah Mesir memberangus pendukung presiden terguling Mohammed Mursi yang digulingkan militer pada Juli 2013. Sebelumnya, ratusan anggota Ikhwanul Muslimin sudah diadili dan sebagian dijatuhi hukuman mati dalam pengadilan cepat yang dikecam PBB dan berbagai organisasi HAM internasional.

Sejak tergulingnya Mursi, upaya pembasmian yang dilakukan pemerintah terhadap pendukung Mursi telah mengakibatkan 15.000 orang dipenjara dan memicu kerusuhan yang mengakibatkan sedikitnya 1.400 orang tewas.

Sebanyak 494 terdakwa akan disidang terkait kerusuhan pada Agustus 2013 di pusat kota Kairo yang menewaskan 44 orang dan melukai 59 orang lainnya, termasuk anggota polisi dan tentara. Demikian kantor berita MENA.

Kerusuhan itu pecah di masjid Al-Fath di kawasan Ramses yang diduduki pendukung Mursi saat mereka dikepung pasukan pemerintah. Insiden itu terjadi beberapa hari setelah kamp-kamp pengunjuk rasa pro-Mursi dibubarkan yang mengakibatkan ratusan orang tewas.

Kantor berita MENA mengabarkan, para jaksa menjerat para terdakwa dengan tuduhan pembunuhan, percobaan pembunuhan, menyerang polisi, membawa senjata serta menghancurkan fasilitas publik dan instalasi privat.

Pekan lalu, pengadilan Mesir menjatuhkan hukuman mati untuk 183 orang termasuk pemimpin Ikhwanul Muslimin Mohammad Badie.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Di Turki, Risma Cerita soal Kelucuan Bonek

Di Turki, Risma Cerita soal Kelucuan Bonek

Internasional
Australia Bersiap Hadapi Hari Terpanas dalam Sejarah

Australia Bersiap Hadapi Hari Terpanas dalam Sejarah

Internasional
Ketahuan Berhubungan Seks dengan Pria Lain, Istri Tewas Ditembak Suaminya

Ketahuan Berhubungan Seks dengan Pria Lain, Istri Tewas Ditembak Suaminya

Internasional
Istri Terlalu Boros, Pria di India Bunuh Diri

Istri Terlalu Boros, Pria di India Bunuh Diri

Internasional
Pria 70 Tahun Tewas Dipukul Batu Bata, Polisi Hong Kong Tahan 5 Remaja

Pria 70 Tahun Tewas Dipukul Batu Bata, Polisi Hong Kong Tahan 5 Remaja

Internasional
Korea Utara Kembali Gelar 'Tes Krusial'

Korea Utara Kembali Gelar "Tes Krusial"

Internasional
Pukul dan Hantamkan Kepala Remaja ke Tanah, Polisi Ini Dipecat

Pukul dan Hantamkan Kepala Remaja ke Tanah, Polisi Ini Dipecat

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Jurnalis China Dimaafkan Netizen karena Fotonya Beredar | Arab Saudi Cabut Aturan Pisahkan Pria dan Wanita

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Jurnalis China Dimaafkan Netizen karena Fotonya Beredar | Arab Saudi Cabut Aturan Pisahkan Pria dan Wanita

Internasional
Bocah 3 Tahun Gores 10 Mobil Mewah, Si Ayah Diminta Ganti Rugi Rp 140 Juta

Bocah 3 Tahun Gores 10 Mobil Mewah, Si Ayah Diminta Ganti Rugi Rp 140 Juta

Internasional
Larang Murid Punya Rambut Poni, Sekolah di Thailand Jadi Sorotan

Larang Murid Punya Rambut Poni, Sekolah di Thailand Jadi Sorotan

Internasional
Bantu Ibunya Lolos Tes Menyetir, Pria Ini Menyamar Jadi Perempuan

Bantu Ibunya Lolos Tes Menyetir, Pria Ini Menyamar Jadi Perempuan

Internasional
Komite DPR AS Setujui 2 Pasal Pemakzulan untuk Trump

Komite DPR AS Setujui 2 Pasal Pemakzulan untuk Trump

Internasional
Salah Buat Berita, Jurnalis China Ini Dimaafkan Netizen Setelah Fotonya Beredar

Salah Buat Berita, Jurnalis China Ini Dimaafkan Netizen Setelah Fotonya Beredar

Internasional
Diselundupkan ke AS, Warga China Dimasukkan Dalam Mesin Cuci

Diselundupkan ke AS, Warga China Dimasukkan Dalam Mesin Cuci

Internasional
Ratusan Pengacara Serang Rumah Sakit di Pakistan, 3 Pasien Meninggal

Ratusan Pengacara Serang Rumah Sakit di Pakistan, 3 Pasien Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X