Wilayah Pesisir Kenya Kembali Diserang, 5 Tewas

Kompas.com - 24/06/2014, 17:13 WIB
Warga kota Mpeketoni, Kenya melihat dua bangkai mobil terbakar akibat serangan kelompok Al-Shabab. Serangan yang terjadi pada Minggu (15/6/2014) itu menewaskan sedikitnya 48 orang. STRINGER / AFPWarga kota Mpeketoni, Kenya melihat dua bangkai mobil terbakar akibat serangan kelompok Al-Shabab. Serangan yang terjadi pada Minggu (15/6/2014) itu menewaskan sedikitnya 48 orang.
EditorErvan Hardoko
MOMBASA, KOMPAS.com - Setidaknya lima orang tewas dalam sebuah serangan baru di wilayah pesisir Kenya. Demikian disampaikan para pejabat setempat Selasa (23/6/2014"), sepekan setelah dua serangan menewaskan 60 orang di wilayah yang sama.

Serangan terbaru ini terjadi di sebuah desa kecil di dekat kota Witu, sekitar 50 kilometer dari pulau wisata Lamu.

"Kami mendapat laporan lima orang tewas. Kami sudah mengirim petugas ke lapangan untuk mengumpulkan lebih banyak rincian dan mengejar pelaku," kata komisioner kepolisian Lamu, Stephen Ikua.

Desa yang menjadi korban serangan kali ini dikabarkan dihuni berbagai etnis yang ada di Kenya.

"Dua orang tewas ditusuk pisau, tiga lainnya ditembak dari jarak dekat. Semua korban tewas adalah pria," kata deputi komisioner distrik, Benson Maisori.

Selain itu beberapa orang juga dikabarkan terluka akibat serangan tersebut dan sudah dibawa ke rumah sakit terdekat untuk perawatan.

Pekan lalu, serangan maut terjadi di kota pesisir Mpeketoni yang menewaskan 60 orang yang kemudian diklaim sebagai aksi Al-Shabab. Namun, untuk serangan kali ini belum ada satu kelompokpun yang mengklaim bertanggung jawab.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Sumber AFP
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X