Kompas.com - 24/06/2014, 14:00 WIB
Juru bicara Departemen Luar Negeri Amerika, Jennifer Psaki voaJuru bicara Departemen Luar Negeri Amerika, Jennifer Psaki
EditorEgidius Patnistik
WASHINGTON, KOMPAS.com - AS mengatakan akan bersikap menunggu sebelum memberikan penilaian mengenai lokasi empat anjungan minyak baru China di Laut China Selatan yang disengketakan.

Pemerintah China tampaknya meningkatkan eksplorasi minyak dan gasnya dua bulan setelah menempatkan sebuah anjungan pengeboran besar di perairan yang juga diklaim sebagai wilayah Vietnam.

Beijing, Jumat (20/6/2014), mengumumkan akan mengirim empat anjungan minyak lagi ke Laut China Selatan. juru bicara Kementerian Luar Negeri, Hua Chunying, mengatakan keempat anjungan minyak itu akan dioperasikan di lepas pantai provinsi Guangdong dan Hainan. Dia merujuk kegiatan itu sebagai "aktivitas normal" dan menambahkan tidak perlu untuk memberikan penafsiran terlalu jauh.

Bulan lalu, China memicu sengketa bilateral dengan negara tetangganya, Vietnam, dengan menempatkan sebuah kilang anjungan minyak di lepas pantai Kepulauan Paracels dan di dalam zona ekonomi eksklusif Vietnam. Hal itu memicu ketegangan bilateral termasuk kerusuhan anti-China di Vietnam, dan konfrontasi antara kapal-kapal China dan Vietnam di dekat anjungan minyak itu. Perundingan tingkat tinggi di Vietnam pekan lalu gagal menyelesaikan sengketa itu.

Jumat, juru bicara Departemen Luar Negeri AS Jennifer Psaki mengatakan Washington telah mengetahui tentang China yang mengerahkan kilang-kilang minyak tambahan ke beberapa lokasi berbeda di Laut China Selatan.

"Saat ini tidak banyak informasi tentang ke mana keempat anjungan itu akan dibawa. Jika sebuah kilang ditempatkan di perairan yang disengketakan, itu akan jadi kekhawatiran. Dan, Amerika jelas memiliki kepentingan nasional dalam menjaga perdamaian dan stabilitas di kawasan itu. Pada saat ini kami tidak punya informasi yang cukup mengenai lokasi tujuan anjungan-anjungan minyak ini, jadi kami tidak akan memberikan penilaian sampai kami tahu lebih banyak," ujar Psaki.

AS mengkritik penempatan anjungan minyak pertama pada awal bulan Mei di lepas pantai Kepulauan Paracel dan menyebutnya sebagai provokatif dan menimbulkan ketidakstabilan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

China, yang memperebutkan wilayah teritorial di Laut China Selatan dengan Vietnam, Taiwan, Filipina, Malaysia dan Brunei, mengklaim sebagian besar besar perairan itu yang disebutnya sebagai bagian wilayahnya menurut sejarah.

Carl Thayer, profesor pada Universitas New South Wales di Australia, yang baru kembali dari pertemuan mengenai sengketa Laut China Selatan di Vietnam mengatakan dengan semakin banyaknya anjungan minyak yang ditempatkan China, semakin sulit bagi Hanoi untuk memantaunya.

"Empat anjungan minyak akan membuat pasukan paramiliter dan pengawasan perikanan Vietnam kewalahan menjalankan tugas mereka. Vietnam tidak memiliki banyak kapal, mungkin total ada 40 kapal penjaga pantai, dan ukurannya lebih kecil daripada kapal-kapal China. Jadi, tidak akan seimbang jika Vietnam berupaya mengadopsi taktik protes yang sama," kata Thayer.

Thayer mengatakan China telah mengindikasikan kilang anjungan pengeboran minyak yang disengketakan di Paracels adalah unit eksplorasi komersial dan hanya akan beroperasi antara 2 Mei sampai 15 Agustus, sebagian karena terkait dengan musim topan.

Thayer mengatakan setelah 15 Agustus, delegasi tingkat tinggi Vietnam mungkin akan pergi ke Beijing untuk memperbaiki hubungan. Terlepas dari itu, dia mengatakan eksekutif industri energi telah memberitahunya bahwa lokasi anjungan China itu bukan tempat ideal untuk mencari gas.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.