Kepolisian Kenya Tahan Tersangka Penyerangan Kota Pesisir

Kompas.com - 18/06/2014, 19:46 WIB
Warga kota Mpeketoni, Kenya melihat dua bangkai mobil terbakar akibat serangan kelompok Al-Shabab. Serangan yang terjadi pada Minggu (15/6/2014) itu menewaskan sedikitnya 48 orang. STRINGER / AFPWarga kota Mpeketoni, Kenya melihat dua bangkai mobil terbakar akibat serangan kelompok Al-Shabab. Serangan yang terjadi pada Minggu (15/6/2014) itu menewaskan sedikitnya 48 orang.
EditorErvan Hardoko
NAIROBI, KOMPAS.com — Kepolisian Kenya, Rabu (18/6/2014), mengatakan, telah menahan sejumlah tersangka yang terkait dua serangan di kawasan pesisir negeri itu yang menewaskan sedikitnya 60 orang.

"Kami sudah menahan sejumlah tersangka dalam serangan di kota Mpeketoni, termasuk pemilik dan pengemudi mobil yang digunakan para penyerang," kata Kepala Kepolisian Kenya David Kimaiyo.

"Para tersangka lain termasuk para pemimpinnya saat ini masih dalam proses pemeriksaan," lanjut Kimaiyo.

Selain menahan sejumlah tersangka, lanjut Kimaiyo, kepala kepolisian kota Mpeketoni, Aden Ali, juga diberhentikan dari jabatannya dan akan segera diperiksa.

"Kami juga menahan seorang tersangka yang mengoperasikan sebuah akun media sosial yang digunakan Al-Shabab untuk menyatakan pertanggungjawaban," lanjut Kimaiyo.

Serangan terhadap kota pesisir Mpeketoni pada Minggu (15/6/2014) malam yang disusul serangan ke sebuah desa pada keesokan harinya itu sudah diklaim kelompok militan Al-Shabab sebagai aksinya.

Meski demikian, Presiden Kenya Uhuru Kenyatta justru menuding jaringan politisi lokal bersama dengan jejaring geng-geng kriminal Kenya sebagai dalang serangan brutal itu.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Sumber AFP
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X