Kompas.com - 16/06/2014, 21:47 WIB
EditorErvan Hardoko
BAGHDAD, KOMPAS.com — Tiga jam perjalanan dari kota Irbil yang terletak di pegunungan Sulamaniya, pasukan elite etnis Kurdi, Peshmerga, terlihat tengah berlatih keras. Mereka terlihat memiliki persenjataan yang baik, sangat disiplin, dan siap bertempur untuk mempertahankan wilayah Kurdi.

Namun, yang sedang berlatih itu bukanlah pasukan Peshmerga biasa sebab semua anggotanya adalah para perempuan Kurdi.

Pimpinan pasukan elite perempuan ini adalah Kolonel Rasheed yang ikut mendirikan pasukan khusus perempuan ini pada 1997 untuk menggulingkan Saddam Hussein yang telah membunuh pamannya.

Tiga saudara laki-laki Rasheed juga bergabung dengan Peshmerga dan kini tengah bertempur di kota Kirkuk.

"Kami mengatakan kepada para komandan di Kirkuk bahwa kami sudah siap memerangi pasukan ISIS," kata Kolonel Rasheed.

"Pasukan perempuan ini memiliki pengalaman tempur dan kami juga berlatih sama kerasnya dengan para pria," tambah Rasheed.

Tugas utama pasukan perempuan ini adalah membantu melindungi kota-kota dan pedesaan di wilayah Kurdistan.

Jumlah pasukan perempuan ini memang belum terlalu banyak, yaitu 600 orang. Namun, Rasheed yakin, meski berjumlah sedikit, pasukan perempuan ini memiliki determinasi yang tinggi.

Salah seorang anggota pasukan perempuan ini adalah Dari (19). Dia mengatakan sudah lama ingin bergabung dengan pasukan ini sebab ibunya juga adalah seorang pejuang.

"Saya menjadi anggota Peshmerga untuk melindungi Kurdistan dari musuh yang ingin menyerang kami. Kami harus tetap bersatu saat ini," kata Daria.

Pasukan perempuan Kurdi memiliki sejarah panjang di kawasan itu dan para perempuan yang bergabung dalam Tentara Pembebasan Kurdi (PKK) terkenal sangat efektif dengan semangat tempur yang tinggi.

Setelah pernah merasakan pertempuran melawan pasukan Saddam Hussein, kini pasukan perempuan Peshmerga siap untuk menghadapi serangan militan ISIS jika diperlukan.

Pada saat angkatan darat Irak terpecah belah, sejauh ini Peshmerga masih mampu menjaga persatuan dan menempatkan keamanan Kurdistan di atas kepentingan agama dan politik.

Mereka adalah satu-satunya kekuatan yang bersatu di dalam sebuah negeri yang tengah terpecah belah.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Sky News
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.