Siapakah Presiden Baru Ukraina, Petro Poroshenko?

Kompas.com - 08/06/2014, 01:12 WIB
Presiden terpilih Ukraina, Petro Poroshenko dan istrinya, Marina. SERGEI SUPINSKY / AFPPresiden terpilih Ukraina, Petro Poroshenko dan istrinya, Marina.
|
EditorErvan Hardoko
KIEV, KOMPAS.com - Pemilu yang digelar 25 Mei lalu mengantarkan taipan cokelat Petro Poroshenko terpilih menjadi Presiden Ukraina. Petro Poroshenko yang memiliki perusahaan cokelat terbesar di Ukraina meraup 54,7 persen suara dari 21 kandidat dam mengalahkan mantan Perdana Menteri Yulia Tymoshenko yang "hanya" memperoleh 12,9 persen suara.

Poroshenko baru akan membacakan sumpah sebagai presiden Ukraina pada Minggu (8/6/2014). Keunggulan telak Poroshenko merupakan fenomena yang mengejutkan mengingat dia bukan seorang politisi tulen seperti Tymoshenko.

Pengusaha yang maju dari jalur independen ini tercatat “hanya” berpengalaman menjabat sebagai menteri luar negeri dan menteri perdagangan. Di pemerintahan, beliau lebih dikenal sebagai teknokrat dibanding politisi.

Sehari-hari, Rakyat Ukraina lebih mengenal Poroshenko sebagai “raja cokelat” yang baik dan rendah hati. Berbeda dengan konglomerat lain yang terkenal korup, Poroshenko membangun bisnisnya dari bawah tanpa kolusi dan nepotisme dengan pemerintah.

Pabrik cokelatnya menggaji karyawan dengan baik dan memiliki standar keamanan yang tinggi. Sosok yang berasal dari wilayah selatan Ukraina ini dikenal sebagai sosok pragmatis dan kompromis, karakter yang krusial bagi Ukraina yang tengah dijepit kepentingan Uni Eropa dan Rusia.

Jenuh dengan politisi lama yang terlalu “ideologis” dan pro-salah satu kubu seperti Tymoshenko, analisa menunjukkan rakyat Ukraina lebih menyukai sosok fleksibel seperti Poroshenko untuk menangani krisis politik berkepanjangan ini.

Hal terpenting lainnya adalah Poroshenko merupakan pendukung Revolusi Oranye namun juga sahabat dari presiden terguling Victor Yanukovich. Sehingga, Poroshenko diyakini mampu diterima kubu pro-Uni Eropa dan pro-Rusia.

“Saya dikenal sebagai pendukung kuat Uni Eropa, namun penting bagi Ukraina untuk juga memperbaiki hubungan dengan Rusia, Ukraina membutuhkan hubungan yang setara dengan Rusia, hubungan yang tidak mengganggu persahabatan dengan Uni Eropa,” katanya.

Poroshenko menekankan hubungan buruk dengan negeri Beruang Merah berpotensi membahayakan keselamatan rakyat Ukraina. Analis politik Vadim Karasyov memuji Poroshenko sebagai sosok rasional yang mau bernegosiasi.

Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kerusuhan India: Kisah Pria yang Dipukuli karena Berjenggot dan Pakai Gamis

Kerusuhan India: Kisah Pria yang Dipukuli karena Berjenggot dan Pakai Gamis

Internasional
Dampak Virus Corona, Cathay Pacific dan Singapore Airlines Liburkan Pegawainya Tanpa Dibayar

Dampak Virus Corona, Cathay Pacific dan Singapore Airlines Liburkan Pegawainya Tanpa Dibayar

Internasional
Arab Saudi Tangguhkan Visa Umrah, Ini Negara Tetangganya yang Positif Virus Corona

Arab Saudi Tangguhkan Visa Umrah, Ini Negara Tetangganya yang Positif Virus Corona

Internasional
Kerusuhan India, 23 Orang Tewas dalam Demo Menentang UU Kewarganegaraan

Kerusuhan India, 23 Orang Tewas dalam Demo Menentang UU Kewarganegaraan

Internasional
23 Orang Tewas di Kerusuhan India, tapi Ada Juga Demo yang Berlangsung Sunyi

23 Orang Tewas di Kerusuhan India, tapi Ada Juga Demo yang Berlangsung Sunyi

Internasional
Keturunan WNI Tanpa Identitas di Malaysia Bertemu Ibu Kandung Setelah 15 Tahun

Keturunan WNI Tanpa Identitas di Malaysia Bertemu Ibu Kandung Setelah 15 Tahun

Internasional
Mahathir Mohamad Merasa Belum Waktunya Mundur

Mahathir Mohamad Merasa Belum Waktunya Mundur

Internasional
Korban Meninggal karena Virus Corona di Iran Bertambah Empat, Total Ada 19

Korban Meninggal karena Virus Corona di Iran Bertambah Empat, Total Ada 19

Internasional
Mahathir Mohamad Ingin Bentuk Pemerintahan yang Pro pada Kepentingan Nasional

Mahathir Mohamad Ingin Bentuk Pemerintahan yang Pro pada Kepentingan Nasional

Internasional
Virus Corona, Perancis Umumkan Kematian Pertama dari Warga Negaranya

Virus Corona, Perancis Umumkan Kematian Pertama dari Warga Negaranya

Internasional
Pertama Kalinya, Liga Sepak Bola Putri Arab Saudi Diluncurkan

Pertama Kalinya, Liga Sepak Bola Putri Arab Saudi Diluncurkan

Internasional
Cerita Warga Codogno, Kota Berjuluk 'Wuhannya Italia', di Tengah Wabah Virus Corona

Cerita Warga Codogno, Kota Berjuluk "Wuhannya Italia", di Tengah Wabah Virus Corona

Internasional
Kerusuhan New Delhi Kian Mencekam, Total 20 Orang Tewas

Kerusuhan New Delhi Kian Mencekam, Total 20 Orang Tewas

Internasional
Wabah Virus Corona, Ritual Rabu Abu di Filipina Berubah

Wabah Virus Corona, Ritual Rabu Abu di Filipina Berubah

Internasional
Tentara AS yang Bertugas di Korea Selatan Terinfeksi Virus Corona

Tentara AS yang Bertugas di Korea Selatan Terinfeksi Virus Corona

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X