Belum Terima Gaji, PNS Palestina Baku Pukul

Kompas.com - 06/06/2014, 08:35 WIB
Ilustrasi. ShutterstockIlustrasi.
EditorErvan Hardoko

GAZA CITY, KOMPAS.com - Para pegawai negeri sipil Palestina di Jalur Gaza berkelahi di luar sejumlah bank setelah mereka yang direkrut oleh kelompok Hamas tidak menerima gaji.

Pembentukan pemerintah persatuan antara faksi Hamas, yang berkuasa di Jalur Gaza sejak 2007, dan Fatah, yang menguasai Tepi Barat, memberikan harapan bagi pegawai yang diangkat oleh Hamas setelah berpekan-pekan belum menerima gaji.

Namun, hingga Rabu malam (4/6/2014) mereka belum kunjung menerima gaji. Rasa frustrasi berubah menjadi perkelahian dan polisi dengan senjata pentungan mengusir para pegawai negeri itu dari sekitar mesin anjungan tunai mandiri (ATM) guna mencegah kekerasan lebih lanjut.

Otorita Palestina di bawah pimpinan Presiden Mahmoud Abbas telah membayar gaji sekitar 70.000 pegawai negeri sipil di Jalur Gaza sementara Hamas mempekerjakan sekitar 40.000 pegawai yang belum digaji selama berpekan-pekan.


Hamas menuntut kepada Otorita Palestina untuk mengambil alih pegawai negeri sipil yang sebelumnya digaji pemerintahan faksi itu, menyusul pelantikan kabinet persatuan awal pekan ini.

"Apa yang terjadi di bank-bank adalah luapan kemarahan pegawai yang didiskriminasi dan diabaikan gaji mereka," kata juru bicara Hamas, Sami Abu Zuhri.

"Pemerintah baru harus bertanggungjawab bagi setiap orang, dan tidak menempuh langkah-langkah yang akan menimbulkan perpecahan seperti dulu," tambah Zuhri seperti dikutip kantor berita AFP.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Erdogan Tuduh Negara Barat Mendukung 'Teroris' di Suriah

Erdogan Tuduh Negara Barat Mendukung "Teroris" di Suriah

Internasional
Mantan Penyelundup Narkoba Ini Pernah Nyaris Dibunuh karena Ganti Saluran TV

Mantan Penyelundup Narkoba Ini Pernah Nyaris Dibunuh karena Ganti Saluran TV

Internasional
Restoran di Belgia Ini Sajikan Air Minum Daur Ulang dari Toilet

Restoran di Belgia Ini Sajikan Air Minum Daur Ulang dari Toilet

Internasional
Bayi Ini Dikubur Hidup-hidup di Lempeng Beton, Polisi China Buru Orangtuanya

Bayi Ini Dikubur Hidup-hidup di Lempeng Beton, Polisi China Buru Orangtuanya

Internasional
Protes Pembatasan Pers, Koran Australia Kompak 'Rahasiakan' Halaman Depan

Protes Pembatasan Pers, Koran Australia Kompak "Rahasiakan" Halaman Depan

Internasional
Bar di Jepang Ini Hanya Izinkan Pengunjung untuk Datang Sendiri

Bar di Jepang Ini Hanya Izinkan Pengunjung untuk Datang Sendiri

Internasional
Menhan China: Tak Ada yang Bisa Mencegah Penyatuan Kembali China dengan Taiwan

Menhan China: Tak Ada yang Bisa Mencegah Penyatuan Kembali China dengan Taiwan

Internasional
Restoran Khusus Indomie Bakal Dibuka di Singapura

Restoran Khusus Indomie Bakal Dibuka di Singapura

Internasional
Pemimpin Hong Kong Kunjungi Masjid yang Disiram Meriam Air Polisi

Pemimpin Hong Kong Kunjungi Masjid yang Disiram Meriam Air Polisi

Internasional
Ribuan Pengungsi Rohingya di Bangladesh Sepakat Pindah ke Pulau di Teluk Benggala

Ribuan Pengungsi Rohingya di Bangladesh Sepakat Pindah ke Pulau di Teluk Benggala

Internasional
Bubarkan Demonstran, Polisi Hong Kong 'Tak Sengaja' Tembakkan Meriam Air ke Arah Masjid

Bubarkan Demonstran, Polisi Hong Kong "Tak Sengaja" Tembakkan Meriam Air ke Arah Masjid

Internasional
Patuhi Kesepakatan Gencatan Senjata, Pasukan Kurdi Suriah Tinggalkan 'Zona Aman'

Patuhi Kesepakatan Gencatan Senjata, Pasukan Kurdi Suriah Tinggalkan "Zona Aman"

Internasional
Mutiara Berusia 8.000 Tahun Bakal Dipamerkan Pertama Kali di Abu Dhabi

Mutiara Berusia 8.000 Tahun Bakal Dipamerkan Pertama Kali di Abu Dhabi

Internasional
Hadiri Pelantikan Jokowi, Ini Kerja Sama Bilateral yang Ingin Ditingkatkan PM Singapura

Hadiri Pelantikan Jokowi, Ini Kerja Sama Bilateral yang Ingin Ditingkatkan PM Singapura

Internasional
Berusaha Bunuh Pasukan SAS Inggris, ISIS Pasang Bom Bunuh Diri di Bra

Berusaha Bunuh Pasukan SAS Inggris, ISIS Pasang Bom Bunuh Diri di Bra

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X