Kompas.com - 30/05/2014, 12:13 WIB
EditorPalupi Annisa Auliani

7. Arti rumah bagi Snowden

"Jika aku bisa bepergian ke mana pun di seluruh dunia, tempat itu akan menjadi 'rumah'," kata Snowden. Ketika ditanya lokasi yang benar-benar bisa dia sebut sebagai "rumah", Snowden justru menjawab dengan serangkaian pertanyaan retoris.

"Apa yang tidak saya rindukan? Apa yang akan Anda rindukan? Apa tidak akan Anda rindukan?" sebut Snowden. "Saya merindukan keluarga saya. Saya merindukan rumah saya. Saya merindukan teman-teman saya. Saya rindu pekerjaan saya."

8 . Kenapa Snowden tidak kembali ke Amerika?

Saat ditanya tentang alasannya tak kembali saja ke Amerika untuk menghadapi tuduhan yang dikenakan padanya, Snowden berkomentar pertanyaan itu wajar tetapi bodoh.

Menurut Snowden, dia didakwa menggunakan Undang-undang Spionase. Dengan delik itu, dia mengatakan tak bakal punya kesempatan untuk melakukan pembelaan publik atas kasusnya.

"Anda tidak diizinkan untuk berdebat berdasarkan semua bukti untuk mendukung Anda karena bukti tersebut masuk klasifikasi rahasia."

"Bila seseorang bertanya, 'Mengapa Anda tidak menghadapi tuntutan itu?', saya akan berkata 'Anda harus memahami bahwa tuntutan ini bukan diajukan di pengadilan terbuka dengan peradilan yang adil'," papar dia.

9. Snowden membocorkan rahasia karena sudah tak ada pilihan lain

"Situasi yang ada memaksa bahwa dokumen tersebut harus diberitahukan ke publik," kata Snowden. "Konstitusi Amerika Serikat sudah dilanggar dan dalam skala besar."

Pemerintah Amerika Serikat telah menggunakan dalih ancaman terorisme untuk pembenar bagi program yang membuat kita aman tetapi harus dibayar dengan kebebasan, harga yang tak seharusnya dibayarkan untuk itu.

10. Sudah berupaya dulu memakai jalur resmi

Sebelum akhirnya memilih mengungkapkan dokumen NSA kepada publik, Snowden mengaku sudah berupaya menempuh jalur resmi untuk menghentikan program pengawasan bekas institusinya tersebut.

"Saya melaporkan ada masalah nyata dengan cara NSA menafsirkan otoritas hukumnya," kata Snowden. "Responsnya, dalam bahasa birokrasi kurang lebih, 'Anda harus berhenti bertanya'," ujar dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:
Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.