Direstui Raja, Junta Militer Thailand di Atas Angin

Kompas.com - 26/05/2014, 18:47 WIB
PORNCHAI KITTIWONGSAKUL / AFP Jenderal Prayut Chan-O-Cha, pemimpin kudeta Thailand, dalam jumpa pers pertamanya di Bangkok, Senin (26/5/2014).
BANGKOK, KOMPAS.com - Setelah mendapatkan "restu" keluarga kerajaan Thailand untuk mengendalikan negara, membuat junta militer negeri itu berada di atas angin.

Dalam jumpa pers pertamanya sejak melakukan kudeta, Senin (26/5/2014), Jenderal Prayut Chan-O-Cha memperingatkan warga agar tidak menimbulkan masalah, tidak mengkritik, tidak melakukan protes yang akan menimbulkan kerusuhan di jalanan.

"Saya berada di sini bukan untuk berdebat dengan siapapun. Saya ingin memperbaiki semua," kata Jenderal Prayuth.

"Semua harus ikut membantu kami. Jangan mengkritik, jangan menciptakan masalah baru. Tak ada gunanya," tambah Prayut.


Dalam jumpa pers selama 20 menit itu, Prayut juga memperingatkan media dan pengguna media sosial untuk menghindari apapun yang dapat memicu konflik.

Dia juga menyerukan agar penentang kudeta yang menggelar unjuk rasa kecil di Bangkok dan beberapa kota lain agar menghentikan kegiatan mereka.

"Saat ini ada sejumlah aksi protes. Apakah Anda semua ingin kembali ke masa lalu? Saya bertanya kepada rakyat negeri ini, jika Anda ingin seperti itu, maka saya terpaksa bertindak tegas," tambah Prayut.

Peringatan Prayut itu muncul bersamaan dengan saat ajudan Yingluck Shinawatra mengatakan mantan perdana menteri itu sudah dibebaskan dari tahanan militer.

Yingluck, yang dilengserkan dari jabatannya oleh Mahkamah Konstitusi, sejak Jumat pekan lalu ditahan militer di lokasi rahasia tanpa sambungan telepon.

Ajudan Yingluck, yang tak mau disebutkan namanya, mengatakan Yingluck kini sudah berada di kediamannya.

Pada Senin pagi, Raja Bhumibol Aduyadej secara resmi memerintahkan Prayut untuk mengelola negeri atas nama kerajaan dalam apa yang disebut sebagai "rekonsiliasi rakyat".

 

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
EditorErvan Hardoko
SumberAP
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Trump Mengaku Diminta Jadi Penengah Konflik Kashmir India dan Pakistan

Trump Mengaku Diminta Jadi Penengah Konflik Kashmir India dan Pakistan

Internasional
Trump: Jika Saya Mau Perang, Afghanistan Bisa Terhapus dari Muka Bumi Ini

Trump: Jika Saya Mau Perang, Afghanistan Bisa Terhapus dari Muka Bumi Ini

Internasional
Tinggal Seorang Diri, Pensiunan Ditemukan Telah Meninggal Selama 7 Bulan

Tinggal Seorang Diri, Pensiunan Ditemukan Telah Meninggal Selama 7 Bulan

Internasional
Trump Puji Peran Pakistan dalam Proses Perdamaian Afghanistan

Trump Puji Peran Pakistan dalam Proses Perdamaian Afghanistan

Internasional
Langgar Wilayah Udara Korea Selatan, Jet Tempur Rusia Disambut Tembakan Peringatan

Langgar Wilayah Udara Korea Selatan, Jet Tempur Rusia Disambut Tembakan Peringatan

Internasional
Berkomentar soal Menembak Anggota Kongres di Facebook, Seorang Polisi AS Dipecat

Berkomentar soal Menembak Anggota Kongres di Facebook, Seorang Polisi AS Dipecat

Internasional
Kim Jong Un Kunjungi Proyek Pembangunan Kapal Selam Korut

Kim Jong Un Kunjungi Proyek Pembangunan Kapal Selam Korut

Internasional
Iran Klaim Bongkar Jaringan Mata-mata AS, Ini 5 Faktanya

Iran Klaim Bongkar Jaringan Mata-mata AS, Ini 5 Faktanya

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Iran Bongkar Jaringan Mata-mata CIA | Bentrok Unjuk Rasa di Hong Kong

[POPULER INTERNASIONAL] Iran Bongkar Jaringan Mata-mata CIA | Bentrok Unjuk Rasa di Hong Kong

Internasional
2 Bulan Lebih Ditahan, Kapal Tanker Iran Dibebaskan Arab Saudi

2 Bulan Lebih Ditahan, Kapal Tanker Iran Dibebaskan Arab Saudi

Internasional
Menurut Intelijen Iran, 17 Terduga Mata-mata CIA Dapat Tawaran Menggoda

Menurut Intelijen Iran, 17 Terduga Mata-mata CIA Dapat Tawaran Menggoda

Internasional
Trump Dikritik karena Bantah Mata-mata CIA Ditangkap Iran

Trump Dikritik karena Bantah Mata-mata CIA Ditangkap Iran

Internasional
Hilang 51 Tahun, Kapal Selam Perancis Ditemukan di Laut Mediterania

Hilang 51 Tahun, Kapal Selam Perancis Ditemukan di Laut Mediterania

Internasional
Trump: Klaim Iran Tangkap Agen Rahasia CIA Benar-benar Ngawur

Trump: Klaim Iran Tangkap Agen Rahasia CIA Benar-benar Ngawur

Internasional
Abe: Kurangi Ketegangan AS dengan Iran, Jepang Akan Lakukan Segala Cara

Abe: Kurangi Ketegangan AS dengan Iran, Jepang Akan Lakukan Segala Cara

Internasional
Close Ads X