Kompas.com - 25/05/2014, 17:47 WIB
Panglima Angkatan Bersenjata Thailand, Jenderal Prayut Chan-o-Cha saat mengumumkan kudeta pada Kamis (22/5/2014). STR / THAI TELEVISION / AFPPanglima Angkatan Bersenjata Thailand, Jenderal Prayut Chan-o-Cha saat mengumumkan kudeta pada Kamis (22/5/2014).
EditorBambang Priyo Jatmiko

BANGKOK, KOMPAS.com — Pemimpin militer Thailand yang melakukan kudeta menyatakan akan memprioritaskan pemulihan sektor ekonomi, utamanya segera membayar para petani yang berasnya telah dibeli pemerintah.

Hal itu diungkapkan pejabat militer kepada para pebisnis, menyusul gagalnya sistem subsidi dan kerja sama dengan petani yang digulirkan pemerintahan Yingluck Shinawatra.

Hingga saat ini pihak militer terus mengonsolidasikan kekuatan, sejak mengambil alih pemerintahan pada Kamis lalu. Selain itu, pihak angkatan bersenjata juga menangkapi para pemrotes serta mencoba "membungkam" kritisisme dengan menerapkan sensor.

Pada hari ini, Minggu (25/5/2014), militer menyatakan bakal fokus memperbaiki perekonomian sebelum Thailand jatuh ke dalam resesi.

"Ekonomi Thailand butuh pemulihan. Jika terdapat masalah, kita harus segera menemukan solusinya," ujar Sekjen Asosiasi Bankir Thailand Thawatchai Yongkittikul, seusai bertemu pemimpin kudeta militer Jenderal Prayuth Chan-ocha.

"Salah satu isu yang harus segera diselesaikan adalah menyelesaikan skema pembayaran beras yang telah dibeli dari petani serta menyiapkan budget negara untuk tahun fiskal 2015," lanjut Thawatchai.

PDB negara dengan perekonomian terbesar kedua di Asia Tenggara ini pada kuartal I-2014 menyusut menjadi 2,1 persen, dan hanya sedikit peluang untuk membaik. Konsumsi masyarakat Thailand turun drastis, dan belanja pemerintah anjlok.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Terkait dengan kudeta tersebut, banyak negara yang telah mengeluarkan travel warnings bagi warganya yang bepergian ke Thailand. Kondisi ini diperkirakan bakal menurunkan jumlah kunjungan wisata ke negara ini. Sektor pariwisata menyumbang 10 persen perekonomian Thailand.

Utang ke petani

Munculnya kudeta militer, salah satunya dipicu oleh gagalnya pemerintahan Yingluck Shinawatra menjalankan skema subsidi beras bagi petani. Di mana, kebijakan tersebut adalah kebijakan populis di mata penduduk perdesaan Thailand, sehingga berhasil membawa Yingluck memenangkan pemilihan umum pada 2011.

Yingluck menggulirkan kebijakan itu guna memperkuat dukungan ekonomi bagi masyarakat perdesaan Thailand. Namun, kebijakan itu menuai kritisisme masyarakat kelas menengah di Bangkok karena rentan terjadinya korupsi.

Sejauh ini, utang pemerintah kepada petani telah mencapai 2,5 miliar dollar AS. Jika utang tersebut dibayar seluruhnya, itu akan menjadi sebuah poin tambah militer di mata para petani.

Somchart Soithong, Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Thailand menjelaskan, pihak militer telah menyiapkan dana sebesar 90 miliar baht (sekitar 3 miliar dollar AS) untuk membayar utang pemerintah kepada para petani.

"Dari jumlah itu, kami telah memiliki dana sebanyak 40 miliar baht dari BAAC (Bank for Agriculture and Agricultural Cooperatives) dan Kementerian Keuangan akan segera mencari sisanya sebanyak 50 miliar baht," ujar Somchart.

Sementara itu, juru bicara militer menyatakan bahwa para petani diharapkan segera mendapatkan pembayaran dalam dua tiga hari ke depan, dan seluruh utang pemerintah ke petani akan diselesaikan dalam rentang waktu sebulan.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Reuters
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.