Junta Militer Tahan Yingluck Shinawatra

Kompas.com - 23/05/2014, 20:31 WIB
INDRANIL MUKHERJEE / AFP PM Thailand, Yingluck Shinawatra
BANGKOK, KOMPAS.com — Mantan perdana menteri Thailand Yingluck Shinawatra, Jumat (23/5/2014), dan sejumlah anggota keluarganya dikabarkan telah ditahan junta militer yang kini mengendalikan negara.

Sebelumnya, Yingluck memenuhi panggilan militer untuk melaporkan diri ke sebuah markas angkatan darat di ibu kota Bangkok.

Dia ditahan di markas militer itu selama beberapa jam sebelum kemudian dibawa ke lokasi yang tidak diketahui.

Ini adalah perkembangan terbaru dari krisis politik Thailand yang berujung pada kudeta militer yang terjadi pada Kamis (22/5/2014).


Setelah mengambil alih kekuasaan, militer Thailand kemudian membekukan konstitusi, memberlakukan jam malam, dan mencekal ratusan tokoh politik negeri itu.

Militer juga membubarkan dua kelompok pengunjuk rasa yang selama tujuh bulan terakhir memberikan kontribusi dalam kekacauan politik yang panjang di Thailand.

Awal bulan ini, Mahkamah Konstitusi Thailand memakzulkan Yingluck Shinawatra dari kursi perdana menteri.

Pemerintahan kemudian dijalankan penjabat perdana menteri, tetapi kubu anti-pemerintah masih belum puas dan mendesak senat agar membubarkan pemerintahan lalu menunjuk seorang perdana menteri.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
EditorErvan Hardoko
SumberBBC
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

DPR AS Tolak Usulan Pemakzulan Presiden Donald Trump

DPR AS Tolak Usulan Pemakzulan Presiden Donald Trump

Internasional
Cuaca Buruk, Pesawat Penumpang di India Nyaris Kehabisan Bahan Bakar

Cuaca Buruk, Pesawat Penumpang di India Nyaris Kehabisan Bahan Bakar

Internasional
Kebakaran Studio Animasi di Jepang, Diduga Disengaja

Kebakaran Studio Animasi di Jepang, Diduga Disengaja

Internasional
AS 'Tendang' Turki dari Program Jet Tempur F-35

AS "Tendang" Turki dari Program Jet Tempur F-35

Internasional
Bocah Usia 8 Tahun Tulis Surat Terbuka agar McDonald's Hapus Hadiah Mainan Happy Meal

Bocah Usia 8 Tahun Tulis Surat Terbuka agar McDonald's Hapus Hadiah Mainan Happy Meal

Internasional
Sebut Penumpang Lain Teroris, 2 Perempuan Diturunkan Paksa dari Pesawat

Sebut Penumpang Lain Teroris, 2 Perempuan Diturunkan Paksa dari Pesawat

Internasional
Hari Ini dalam Sejarah: Marie dan Pierre Curie Temukan Polonium

Hari Ini dalam Sejarah: Marie dan Pierre Curie Temukan Polonium

Internasional
Gedung Putih Tegaskan Turki Akan Dikeluarkan dari Program F-35

Gedung Putih Tegaskan Turki Akan Dikeluarkan dari Program F-35

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Motif Pembunuhan Selebgram Bianca Devins | Mantan Raja Malaysia Diisukan Bercerai

[POPULER INTERNASIONAL] Motif Pembunuhan Selebgram Bianca Devins | Mantan Raja Malaysia Diisukan Bercerai

Internasional
Gembong Narkoba Meksiko 'El Chapo' Dijatuhi Penjara Seumur Hidup

Gembong Narkoba Meksiko "El Chapo" Dijatuhi Penjara Seumur Hidup

Internasional
Rudal yang Disita Polisi Italia dari Kelompok Neo-Nazi Dijual Qatar pada 1994

Rudal yang Disita Polisi Italia dari Kelompok Neo-Nazi Dijual Qatar pada 1994

Internasional
LSM Israel Ajukan Petisi Jual Kapal Tanker Iran yang Disita untuk Kompensasi Korban Hamas

LSM Israel Ajukan Petisi Jual Kapal Tanker Iran yang Disita untuk Kompensasi Korban Hamas

Internasional
Laporkan Remaja yang Berciuman di Taman ke Polisi, Anggota Parlemen Bangladesh Dikecam

Laporkan Remaja yang Berciuman di Taman ke Polisi, Anggota Parlemen Bangladesh Dikecam

Internasional
Taliban Tutup Puluhan Fasilitas Kesehatan di Afghanistan

Taliban Tutup Puluhan Fasilitas Kesehatan di Afghanistan

Internasional
Kamboja Bakal Pulangkan 1.600 Ton Sampah Plastik ke AS dan Kanada

Kamboja Bakal Pulangkan 1.600 Ton Sampah Plastik ke AS dan Kanada

Internasional
Close Ads X