Kompas.com - 22/05/2014, 17:51 WIB
Raja Thailand Prajadhipok dan ratunya diambil fotonya pada sekitar 1928. Raja Prajadhipok ini kemudian digulingkan militer pada 1932 sekaligus mengakhiri era monarki absolut Thailand. AP PhotoRaja Thailand Prajadhipok dan ratunya diambil fotonya pada sekitar 1928. Raja Prajadhipok ini kemudian digulingkan militer pada 1932 sekaligus mengakhiri era monarki absolut Thailand.
EditorErvan Hardoko
BANGKOK, KOMPAS.com - Setelah tujuh bulan krisis politik tak berkesudahan, militer Thailand, sekali lagi, ikut campur dan melakukan kudeta dan mengambil alih pemerintahan.

Pada Kamis (22/5/2014), Panglima Angkatan Bersenjata Thailand Jenderal Prayut Chan-O-Cha mengumumkan militer mengambil alih pemerintahan demi mengembalikan kondisi keamanan negeri itu.

Dengan pengumuman Jenderal Prayut ini, maka predikat Thailand sebagai negeri dengan kudeta militer terbanyak di dunia semakin kukuh. Sejak 1932, terjadi 12 kali kudeta militer dan tujuh kali percobaan kudeta. Jika kudeta 1912 dan 1917 dimasukkan, maka sudah lebih dari 20 kali kudeta di Thailand.

Salah satu kudeta yang paling dikenal dalam sejarah modern Thailand terjadi pada 1932 yang dikenal sebagai Revolusi Siam, ketika pemerintahan absolut Kerajaan Prajadhipok digulingkan sekaligus membentuk wajah baru Thailand.

Kudeta ini dianggap sebagai titik balik sejarah Thailand. Dalam kudeta tak berdarah ini, sekelompok kecil perwira militer yang dikenal sebagai "Four Musketeers" menggulingkan Raja Prajadhipok, sekaligus mengakhiri kekuasaan monarki absolut yang sudah berkuasa 700 tahun dan membentuk monarki konstitusional.

Sejak itu, kudeta militer datang silih berganti baik yang berhasil maupun yang gagal. Kudeta militer terakhir terjadi pada 2006 saat menggulingkan PM Thaksin Shinawatra.

Situasi hampir sama dengan saat ini terjadi di masa-masa akhir kekuasaan Thaksin Shinawatra. Kisruhu politik hampir selama satu tahun dibarengi tuduhan korupsi, membuat militer bergerak menggulingkan Thaksin.

Militer menggelar kudeta di saat Thaksin dan sejumlah menteri kabinetnya berada di New York untuk menghadiri pembukaan sidang umum PBB. Sebagai buntut kudeta, militer mengamandemen konstitusi, memecat Thaksin dan menjanjikan reformasi politik.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.