AS dan PBB Serukan Investigasi Kematian Dua Pemuda Palestina

Kompas.com - 21/05/2014, 16:43 WIB
Warga Palestina tengah mendoakan jasad Musaab Nuwarah (20) dan Mohammed Udeh (17) sebelum keduanya dimakamkan pada Jumat (16/5/2014). Kedua pemuda ini tewas ditembak polisi perbatasan Israel sehari sebelumnya, saat terlibat unjuk rasa memperingati hari Nakba ke-66. ABBAS MOMANI / AFPWarga Palestina tengah mendoakan jasad Musaab Nuwarah (20) dan Mohammed Udeh (17) sebelum keduanya dimakamkan pada Jumat (16/5/2014). Kedua pemuda ini tewas ditembak polisi perbatasan Israel sehari sebelumnya, saat terlibat unjuk rasa memperingati hari Nakba ke-66.
EditorErvan Hardoko
WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Pemerintah AS dan seorang petinggi PBB, Selasa (20/5/2014) menyerukan digelarnya investigasi terkait dua pemuda Palestina yang tewas ditembak penjaga perbatasan Israel pekan lalu.

Kedua pemuda itu tewas ditembak pada Kamis (15/5/2014), ketika kepolisian Israel merespon aksi unjuk rasa memperingati hari Nakba ke-66, atau hari bencana, terkait berdirinya Israel.

Kelompok Pembela Anak-anak Internasional-Palestina telah merilis apa yang disebut sebagai rekaman CCTV yang merekam saat-saat Musaab Nuwarah (20) dan Mohammed Udeh (17) ditembak polisi Israel.

Pemeritah Israel menolak keaslian rekaman CCTV itu dan menuduh rekaman tersebut sudah direkayasa sebelumnya. Juru bicara Kementerian Luar Negeri AS, Jen Psaki mengatakan pemeirntah AS sudah melakukan kontak dengan pemerintah Israel terkait masalah ini.

"Kami mengikuti insiden dan video (CCTV). Kami kini tengah mencari informasi tambahan dari pemerintah Israel," kata Psaki di Washington.

"Kami minta pemerintah Israel untuk menggelar investigasi transparan untuk memastikan fakta-fakta di sekitar insiden ini, termasuk apakah penggunaan kekerasan saat itu proporsional jika dibandingkan ancaman yang ditunjukkan pengunjuk rasa," ujar Psaki.

Sementara di itu New York, asisten Sekjen PBB untuk urusan politik, Oscar Fernandez-Taranco juga mendesak digelarnya investigasi menyeluruhu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Keprihatinan muncul karena sejumlah informasi menyebut kedua pemuda Palestina itu tak bersenjata dan tak menunjukkan adanya ancaman langsung," ujar Fernandez-Taranco.

"PBB menyerukan sebuah investigasi independen dan transparan oleh pemerintah Israel terkait insiden ini dan mendesak Israel untuk memastikan aparat keamanannya mematuhi prinsip-prinsip dasar penggunaan senjata api," tambah Fernandez-Taranco.

Sebelumnya, pemerintah Israel mengatakan polisi perbatasan telah mencoba membubarkan unjuk rasa yang diwarnai kekerasan yang dilakukan 150 warga Palestina. Namun, para pejabat Palestina bersikukuh kedua pemuda yang tewas itu tak bersenjata dan tidak memberikan ancaman bagi aparat Israel.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.