Jenderal Norwegia Jadi Perempuan Pertama yang Pimpin Pasukan Perdamaian PBB

Kompas.com - 13/05/2014, 01:44 WIB
Ilustrasi pasukan perdamaian PBB. ReutersIlustrasi pasukan perdamaian PBB.
EditorPalupi Annisa Auliani

MARKAS PBB, KOMPAS.com -- Sekjen PBB Ban Ki-moon, Senin (12/5/2014), menunjuk perempuan pertama sebagai  kepala operasi pasukan penjaga perdamaian PBB. Perempuan ini adalah tentara dari Norwegia yang bertugas di Siprus. 

Penunjukan ini menempatkan Mayor Jenderal Kristin Lund (56) sebagai pengganti Mayor Jenderal Chao Liu dari Tiongkok. Pergantian kepemimpinan ini efektif per Agustus 2014.

Lund memiliki pengalaman 34 tahun menjadi tentara dan pasukan PBB, pernah menjadi Wakil Komandan Komando Angkatan Darat Norwegia pada 2007-2009, dan Kepala Staf Norwegia Home Guard. Dia pernah menjadi anggota pasukan perdamaian PBB di Lebanon dan bekas Yugoslavia.

Misi penjaga perdamaian PBB untuk Siprus, UNFICYP, didirikan pada 1964 untuk mencegah terulangnya pertempuran antara masyarakat Siprus Yunani dan Turki. Pasukan dengan 930 tentara dan 66 polisi ini berpatroli di garis gencatan senjata dan zona penyangga, serta melakukan kegiatan kemanusiaan dan pendukung seperti misi PBB pada umumnya.

Pulau Siprus "terbelah" pada 1974, ketika tentara Turki menduduki sepertiga bagian utara pulau itu sebagai respons atas kudeta Siprus Yunani yang dikendalikan dari Athena, Yunani. Pada 2004, pemilih Siprus Yunani menolak blueprint PBB untuk penyatuan kembali pulau itu lewat referendum, meski cetak biru itu mendapat dukungan dari warga Turki di pulau itu.

Sebagian besar pembicaraan di antara kedua kubu di bawah naungan PBB sia-sia dan dihentikan pada 2012. Pembicaraan baru diupayakan kembali pada Februari 2014.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X