Bara Perseteruan Politik Thailand yang Tak Kunjung Padam...

Kompas.com - 10/05/2014, 13:16 WIB
Seorang pengunjuk rasa anti-pemerintah mengibarkan bendera Thailand di depan barikade polisi yang menjaga sebuah stasiun televisi di Bangkok, Jumat (9/5/2014). PORNCHAI KITTIWONGSAKUL / AFPSeorang pengunjuk rasa anti-pemerintah mengibarkan bendera Thailand di depan barikade polisi yang menjaga sebuah stasiun televisi di Bangkok, Jumat (9/5/2014).
EditorPalupi Annisa Auliani

Pertempuran final

Suthep mengumpulkan pendukungnya untuk turun ke jalanan, Jumat, sebagai langkah yang dia sebut "dorongan terakhir" untuk mengambil-alih pemerintahan dan menjalankan "dewan rakyat". Dewan ini dibentuk tanpa melewati pemilu dengan tugas mengawasi reformasi yang mencakup pendepakan Thaksin dari arena politik Thailand.

Sementara itu, Thaksin dan para pendukungnya yang loyal terus memenangi pemilu sejak 2001. Namun, para seterunya menuding kemenangan itu didapat dengan membeli suara. Karenanya, lawan Thaksin ingin mengubah aturan pemilu terlebih dahulu sebelum menggelar pesta demokrasi, demi menghentikan kemungkinan kemenangan lagi partai Thaksin.

Suthep telah meminta Senat untuk menunjuk perdana menteri sementara. Ketua Senat yang baru terpilih Jumat, menjadwalkan sebuah sesi untuk keperluan penunjukan tersebut, Senin (12/5/2014).

Personel polisi menghalau para demonstran anti-pemerintah menggunakan gas air mata, Jumat. Baik massa pro maupun anti-pemerintah, membangun kamp dengan aktivis bersenjata ada dalam barisan mereka. Protes yang masih terus berlangsung ini, meski memiliki basis lokasi yang berjauhan, telah memunculkan masalah ketakutan.

Militer Thailand yang punya reputasi terlibat kudeta sejak berakhirnya kekuasaan mutlak kerajaan pada 1932, belum turun tangan terkait perkembangan situasi politik terakhir negara itu. Namun, kekauan di jalanan meningkatkan kekhawatiran militer bakal kembali ikut campur.

Raja Bhumibol Adulyadej (86), raja yang paling lama bertahta di dunia di era modern ini, telah berupaya membantu meredakan letupan krisis politik sebelumnya. Namun, dia belum turun tangan lagi untuk perkembangan situasi terakhir yang menggelegak sejak akhir 2013.

Kesenjangan antara masyarakat miskin dan kalangan kaya, representasi elite kekuasaan, mengikis tatanan tradisional di Thailand. Orang-orang mulai membahas topik tabu tentang suksesi kerajaan.

Terpuruk dalam krisis politik merupakan hal yang sangat menakutkan. Sementara itu, Putra Mahkota Vajiralongkorn tidak punya semangat pengabdian sebagaimana sang ayahanda.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Sumber Reuters
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X