Polisi Thailand Bentrok dengan Kelompok Anti-pemerintah

Kompas.com - 09/05/2014, 15:38 WIB
Seorang pengunjuk rasa anti-pemerintah mengibarkan bendera Thailand di depan barikade polisi yang menjaga sebuah stasiun televisi di Bangkok, Jumat (9/5/2014). PORNCHAI KITTIWONGSAKUL / AFPSeorang pengunjuk rasa anti-pemerintah mengibarkan bendera Thailand di depan barikade polisi yang menjaga sebuah stasiun televisi di Bangkok, Jumat (9/5/2014).
EditorErvan Hardoko
BANGKOK, KOMPAS.com — Kepolisian Thailand, Jumat (9/5/2014), menembakkan gas air mata dan meriam air ke arah para pengunjuk rasa yang menggelar "pertempuran final" untuk menggulingkan pemerintah, dua hari setelah Yingluck Shinawatra dimakzulkan.

Ribuan pengunjuk rasa anti-pemerintah meninggalkan kamp utama mereka di sebuah taman di distrik komersial Bangkok ketika pemimpin mereka, Suthep Thaugsuban, menyerukan aksi untuk mendirikan sebuah pemerintahan paralel.

Terbagi dalam beberapa kelompok, mereka mengepung sejumlah stasiun televisi, menimbulkan kekhawatiran terjadinya bentrok dengan aparat keamanan.

Polisi kemudian menggunakan meriam air untuk membubarkan kelompok demonstran garis keras yang dipimpin oleh seorang pendeta Buddha, yang berusaha masuk ke dalam sebuah klub polisi.

"Awalnya polisi menggunakan meriam air. Namun, demonstran berupaya masuk ke dalam klub polisi sehingga petugas di lapangan menembakkan gas air mata," kata Paradorn Pattanatabut, seorang penasihat keamanan pemerintah.

Pusat Gawat Darurat Erawan di Bangkok mengatakan, lima orang terluka dalam insiden di klub polisi itu tanpa memberikan rincian lebih lanjut.

Aksi unjuk rasa ini menambah ketegangan situasi dengan kelompok pendukung pemerintah atau kerap disebut kelompok "kaus merah", yang berencana menggelar unjuk rasa besar-besaran di Bangkok pada Sabtu (10/5/2014).

Setidaknya 25 orang tewas dan ratusan lainnya terluka akibat tembakan dan serangan granat selama enam bulan kisruh politik di Thailand.



Sumber
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X