Tak Jelas, Alasan Larangan Impor Rusia atas Produk Austria

Kompas.com - 08/05/2014, 18:16 WIB
Pasukan Ukraina diperkuat sebuah kendaraan lapis baja bersiaga di sebuah pos pertahanan di dekat kota Slavyansk yang dikuasai kelompok separatis. Dalam baku tembak, Senin (5/5/2014), sebanyak empat prajurit Ukraina tewas dan satu helikopter serbu Mi-24 jatuh. VASILY MAXIMOV / AFPPasukan Ukraina diperkuat sebuah kendaraan lapis baja bersiaga di sebuah pos pertahanan di dekat kota Slavyansk yang dikuasai kelompok separatis. Dalam baku tembak, Senin (5/5/2014), sebanyak empat prajurit Ukraina tewas dan satu helikopter serbu Mi-24 jatuh.
EditorJosephus Primus
KOMPAS.com - Sejauh ini, tak jelas alasan kebijakan larangan impor Rusia atas daging dan produk susu dari Austria. Makanya, kebijakan pada Kamis (6/5/2014), itu memunculkan pertanyaan, tulis Xinhua.

Rusia melarang impor produk tersebut dari 15 perusahaan Austria. Padahal, tak ada catatan dari pihak Pelayanan Perlindungan Konsumen Austria ihwal mutu produk-produk tersebut. "Ada dugaan pelarangan itu terkait dengan sikap Barat terhadap konflik Ukraina,"kata Menteri Pertanian Austria Andrae Rupprechter di Wina.

Tapi, lembaga perlindungan konsumen Rusia juga sudah memberi penekanan bahwa larangan impor itu tak ada kaitannya dengan kisruh di Ukraina. "Saya akan mengirimkan utusan khusus ke Moskwa minggu depan untuk membicarakan masalah ini,"kata Rupprechter.

Sementara itu, CEO Berglandmilch, Josef Braunshofer, mengatakan kalau dua produknya ada dalam daftar larangan impor tersebut. Sejauh ini Rusia menaikkan jumlah impor dari Austria, khususnya untuk susu dan daging babi.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ingin Pulang ke Myanmar, Pembantu Ini Celupkan Tangan Anak Majikan ke Air Mendidih

Ingin Pulang ke Myanmar, Pembantu Ini Celupkan Tangan Anak Majikan ke Air Mendidih

Internasional
Jenderal AS Sebut ISIS Bakal Bangkit jika Mereka Keluar dari Irak

Jenderal AS Sebut ISIS Bakal Bangkit jika Mereka Keluar dari Irak

Internasional
Manajer Sidang Pemakzulan: Trump Menipu guna Menangi Pilpres AS 2020

Manajer Sidang Pemakzulan: Trump Menipu guna Menangi Pilpres AS 2020

Internasional
Pemakzulan Trump: Demokrat Tolak Tawaran 'Pertukaran Saksi'

Pemakzulan Trump: Demokrat Tolak Tawaran "Pertukaran Saksi"

Internasional
Tak Sengaja Berikan Kunci Mobil Saat Kampanye, Politisi Peru Ini Minta Bantuan Netizen

Tak Sengaja Berikan Kunci Mobil Saat Kampanye, Politisi Peru Ini Minta Bantuan Netizen

Internasional
Berkunjung ke Gereja di Yerusalem, Presiden Perancis Berteriak ke Keamanan Israel

Berkunjung ke Gereja di Yerusalem, Presiden Perancis Berteriak ke Keamanan Israel

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Kesaksian Pengantin Pesanan China | Gadis di Gresik Tulis Surat ke PM Australia

[POPULER INTERNASIONAL] Kesaksian Pengantin Pesanan China | Gadis di Gresik Tulis Surat ke PM Australia

Internasional
Ibu di India Ini Jual Rambut Rp 28.000 demi Beri Makan 3 Anaknya

Ibu di India Ini Jual Rambut Rp 28.000 demi Beri Makan 3 Anaknya

Internasional
Berhubungan Seks Saat Jam Kerja, Polisi di New York Ini Dipindahtugaskan

Berhubungan Seks Saat Jam Kerja, Polisi di New York Ini Dipindahtugaskan

Internasional
Korban Meninggal Virus Corona di China Bertambah Jadi 9 Orang, Disebut Bisa Bermutasi

Korban Meninggal Virus Corona di China Bertambah Jadi 9 Orang, Disebut Bisa Bermutasi

Internasional
Debat Lebih dari 12 Jam, Senat AS Setujui Aturan Sidang Pemakzulan Trump

Debat Lebih dari 12 Jam, Senat AS Setujui Aturan Sidang Pemakzulan Trump

Internasional
Pengakuan Pengantin Pesanan di China: 2 Kali Menikah, Sering Dipukuli

Pengakuan Pengantin Pesanan di China: 2 Kali Menikah, Sering Dipukuli

Internasional
Putra Mahkota MBS Dituding Retas Ponsel Jeff Bezos, Arab Saudi Beri Jawaban

Putra Mahkota MBS Dituding Retas Ponsel Jeff Bezos, Arab Saudi Beri Jawaban

Internasional
Permalukan Orang Pakai Piyama di Jalan, Kota di China Meminta Maaf

Permalukan Orang Pakai Piyama di Jalan, Kota di China Meminta Maaf

Internasional
Putra Mahkota Arab Saudi Disebut Retas Ponsel Orang Terkaya Dunia pada 2018

Putra Mahkota Arab Saudi Disebut Retas Ponsel Orang Terkaya Dunia pada 2018

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X