Kompas.com - 08/05/2014, 13:48 WIB
EditorEgidius Patnistik
SYDNEY, KOMPAS.COM - Pembocor data intelijen AS yang kini buron, Edward Snowden, sedang dimanipulasi pemerintah Rusia. Hal itu dikatakan mantan Direktur Badan Keamanan Nasional (atau NSA) AS, Jenderal Keith Alexander, sebagaimana dilaporkan Kamis (8/5/2014). Alexander menambahkan, dirinya yakin bocornya data intelijen itu akan menimbulkan korban jiwa.

Alexander, yang pensiun pada Maret, mengatakan kepada Australian Financial Review bahwa Rusia akan berupaya memanfaatkan fakta bahwa bocoran Snowden telah begitu mengganggu dan merusak AS. "Saya pikir dia sekarang sedang dimanipulasi intelijen Rusia. Saya hanya tidak tahu kapan itu persisnya itu dimulai atau seberapa dalam itu terjadi," kata Alexander. "Saya menduga intelijen Rusia mengendalikan apa yang dia lakukan," tambahnya.

"Pahami juga bahwa mereka hanya akan membiarkan dia melakukan hal-hal yang menguntungkan Rusia, atau berposisi membantu untuk meningkatkan kredibilitas Snowden. Mereka tidak akan melakukan hal-hal yang akan merugikan diri sendiri."

Snowden, mantan staf NSA, diberi suaka Rusia pada Agustus 2013 setelah mengguncang intelijen Amerika hingga ke intinya dengan serangkaian pembocoran tentang pemantauan luas di Amerika Serikat dan di seluruh dunia.

Alexander mengatakan, ia yakin bocoran data yang dilakukan Snowden senilai dengan "kerusakan terbesar bagi sistem intelijen gabungan negara kami yang pernah kami derita".

"Yang terbesar yang pernah terjadi. Dan itu telah berdampak besar pada kemampuan gabungan kami untuk melindungi bangsa kami dan membela rakyat kami," katanya kepada jurnal bisnis yang disegani itu. "Di ujung hari, saya yakin nyawa orang akan hilang karena bocoran yang dilakukan Snowden karena kita tidak akan mampu melindungi mereka dengan kemampuan yang dulunya efektif tetapi sekarang tidak lagi efektif akibat kebocoran itu. Bayangkan pada 1998 ketika seseorang mengungkapan bahwa kami sedang memantau komunikasi Osama Bin Laden melalui telepon Satcom-nya. Setelah itu, kami tidak pernah mendengar komunikasi Bin Laden lagi. Dan dia bebas melanjutkan dan mengembangkan rencana serangan 9/11."

Tentang masalah keamanan, ia mengatakan dirinya yakin ancaman terbesar adalah terorisme dan serangan cyber.

Dengan mengutip serangan cyber terhadap sistem perbankan Korea Selatan pada awal 2013, ia mengatakan itu merupakan salah satu contoh yang bisa memicu respon yang jauh lebih buruk. Korea Utara telah bantah melakukan serangan itu.

"Jika serangan itu terjadi lebih parah, kita tidak tahu bagaimana Korea Selatan mungkin merespon, dan apakah kita bisa menahan respon itu," kata Alexander.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.