Kompas.com - 08/05/2014, 10:19 WIB
Helikopter Sikorsky S-92 sikorsky.comHelikopter Sikorsky S-92
EditorPalupi Annisa Auliani

WASHINGTON, KOMPAS.com — Pentagon, Rabu (7/5/2014), memberikan kontrak senilai 1,24 miliar dollar AS atau sekitar Rp 14 triliun kepada Sikorsky Aircraft, untuk enam helikopter kepresidenan Amerika Serikat. Enam helikopter ini akan menggantikan armada "Marine One" yang dinilai sudah mulai tua.

Upaya untuk mengganti skuadron 19 helikopter khusus untuk mengangkut Presiden Amerika Serikat tersebut telah berlangsung selama bertahun-tahun. Sebelumnya, proyek itu diserahkan kepada Lockheed Martin, tetapi dibatalkan pada 2009 karena harga yang dipatok terlalu mahal.

Berbeda dengan upaya terakhir yang dibatalkan itu, proyek dengan daftar panjang perbaikan teknis baru, rencana dengan Sikorsky ini tak lagi terlalu ambisius. Basis helikopter kepresidenan tersebut merujuk pada model Sikorsky S-92 yang sudah digunakan oleh banyak pemerintah dan perusahaan swasta di seluruh dunia.

Dalam siaran pers Sikorsky, pengiriman enam helikopter ini dijadwalkan pada 2018. Helikopter bermesin ganda S-92 sudah terbang sejak 2004. Penggunanya mulai dari instansi pemerintah untuk operasi pencarian dan penyelamatan hingga perusahaan minyak untuk mengangkut pekerja lepas pantai mereka. Versi militer dari helikopter ini dapat mengangkut 22 orang.

Sikorsky telah membangun helikopter kepresidenan Amerika Serikat pada semua era kepresidenan yang dimulai oleh Presiden Dwight Eisenhower pada 1957. Untuk kontrak terbaru ini, Sikorsky akan membangun enam helikopter dan dua simulator pelatihan untuk korps Marinir Amerika sebagai bagian dari rencana pengadaan 21 helikopter baru hingga 2023.

Armada helikopter kepresidenan Amerika saat ini dikenali dari kombinasi hijau-putih yang khas, merupakan skuadron dengan versi helikopter yang lebih tua berupa seri VH-3D Sea King dan versi baru VH-60 N Whitehawk.

Sebagai bagian dari simbol kekuasaan Amerika Serikat, helikopter kepresidenan yang ada dilengkapi dengan sistem anti-rudal dan pengiriman pesan terenkripsi. Namun, para pejabat berpendapat, penggantian armada helikopter kepresidenan ini sudah lama terlambat.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.