Kompas.com - 07/05/2014, 17:35 WIB
Menteri Kesehatan Arab Saudi yang dipecat, Abdullah al-Rabeeah, saat memberikan keterangan pers mengenai kasus MERS di Riyadh, Saudi (20/4). ReutersMenteri Kesehatan Arab Saudi yang dipecat, Abdullah al-Rabeeah, saat memberikan keterangan pers mengenai kasus MERS di Riyadh, Saudi (20/4).
EditorErvan Hardoko
RIYADH, KOMPAS.com — Penjabat Menteri Kesehatan Arab Saudi Adel Fakieh memecat Direktur RS Raja Fahd di Jeddah akibat tak terkendalinya penyebaran virus sindrom gangguan pernapasan Timur Tengah (MERS).

Pemecatan yang diumumkan Fakieh lewat akun Twitter-nya, Selasa (6/5/2014) malam, itu dilakukan setelah dia meninjau unit gawat darurat RS Raja Fahd di kota pesisir Laut Merah tersebut.

Fasilitas gawat darurat di rumah sakit itu untuk sementara ditutup setelah sejumlah staf medis terkena MERS selepas menangani pasien.

Akibatnya, rumah sakit itu dilanda kepanikan yang kemudian memicu empat dokter mengundurkan diri setelah mereka menolak untuk menangani pasien MERS karena khawatir akan tertular.

Pada 21 April lalu, hampir sepekan dari pengunduran diri para dokter itu, Riyadh memecat menteri kesehatan negeri itu tanpa memberikan alasan. Pemerintah kemudian menunjuk Menteri Tenaga Kerja Adel Fakieh sebagai penjabat menteri kesehatan.

Fakieh, yang berulang kali menjanjikan transparansi terkait penanganan MERS, kemudian mengumumkan telah memberhentikan Direktur RS Raja Fahd dan asistennya.

"Tim pengganti akan segera bekerja. Kementerian akan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk mencapai tujuannya, yaitu memastikan kesehatan masyarakat," kata Fakieh lewat Twitter.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Arab Saudi adalah negara yang paling terpengaruh penyakit yang kali pertama muncul di wilayah timur negeri itu sebelum kemudian merebak di seluruh wilayah Saudi. Sejauh ini, MERS sudah menjangkiti 421 orang dan mengakibatkan 115 orang meninggal dunia.

Pekan lalu, Fakieh mengatakan bahwa langkah-langkah untuk membatasi penyebaran MERS akan diumumkan dalam "waktu dekat", saat para pakar kesehatan Barat dan WHO bertemu di Riyadh.

MERS dianggap lebih mematikan, tetapi penyebarannya tidak secepat SARS yang merebak di Asia pada 2013. Saat itu, SARS menginfeksi 8.273 orang, dan sembilan persen di antaranya meninggal dunia.

Sejauh ini, vaksin atau antivirus MERS belum ditemukan. Penyakit tersebut memiliki tingkat kematian hingga lebih dari 40 persen, dan secara umum masih misterius. Dalam sejumlah penelitian, sumber virus MERS diduga berasal dari unta.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.