Kompas.com - 06/05/2014, 18:17 WIB
Mantan bintang NBA Dennis Rodman dan pemimpin Korea Utara Kim Jong-Un bersorak saat menyaksikan laga basket ekshibisi di Pyongyang. Jason Mojica / VICE Media / AFPMantan bintang NBA Dennis Rodman dan pemimpin Korea Utara Kim Jong-Un bersorak saat menyaksikan laga basket ekshibisi di Pyongyang.
EditorErvan Hardoko
WASHINGTON DC, KOMPAS.com -- Mantan bintang basket NBA, Dennis Rodman, membantah laporan yang berkembang luas terkait kekejaman pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un.

Bintang kontroversial itu mengatakan, kabar yang menyebut Kim Jong Un mengeksekusi pamannya sendiri adalah kabar bohong. Bahkan Rodman mengatakan, dia bertemu sang paman, Jang Song Taek, dalam kunjungan terakhirnya ke Pyongyang.

Dalam sebuah wawancara dengan majalah DuJour, Rodman bersikukuh paman Kim Jong Un itu masih hidup meski media Korea Utara mengabarkan Jang Song Taek sudah dieksekusi pada Desember tahun lalu.

"Terakhir kali saya pergi ke Korea Utara, ketika kabar merebak bahwa dia (Kim Jong Un) mengeksekusi mantan kekasihnya atau membunuh pamannya, itu tidak benar. Mereka ada di sana, berdiri di samping saya," ujar Rodman.

Sang jurnalis yang mewawancarai Rodman kemudian meminta pria bertato itu mengklarifikasi pernyataannya karena rezim Korea Utara sudah menyatakan bahwa Jang Song Taek sudah dieksekusi. Namun, Rodman kukuh dengan jawabannya. "Dia (Jang Song Taek) berdiri di sana," Rodman menegaskan.

Selain mengeksekusi pamannya, Kim Jong Un juga dikabarkan membunuh mantan kekasihnya yang juga seorang penyanyi, Hyon Song Wol. Perempuan ini kabarnya ditembak mati di hadapan keluarganya hanya tiga hari setelah ditahan atas tuduhan melanggar undang-undang anti-pornografi Korea Utara.

Hyon Song Wol adalah satu dari sejumlah seniman ternama negeri itu yang dieksekusi di hadapan regu tembak. Para seniman yang merupakan anggota Orkestra Unhasu itu dituduh merekam diri mereka saat sedang melakukan hubungan seksual dan kemudian menjual rekaman tersebut.

Sementara itu, Jang Song Taek, yang secara luas dianggap sebagai guru Kim Jong Un, ditahan setelah dituduh melakukan rencana makar dan dieksekusi pada 12 Desember 2013.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.