Kompas.com - 06/05/2014, 17:42 WIB
Ilustrasi penembakan ShutterstockIlustrasi penembakan
EditorErvan Hardoko
ZAMBOANGA, KOMPAS.com - Sekelompok orang bersenjata menembak mati seorang penyiar radio di kota Bongao, di wilayah selatan Filipina yang bergolak. Demikian penjelasan pemerintah setempat, Selasa (6/5/2014).

Insiden pembunuhan Richard Najib, nama penyiar radio itu, mendapat kecaman dari istana kepresidenan Filipina. Najib dibunuh pada Minggu (4/5/2014) sehari setelah peringatan Hari Kebebasan Pers sedunia.

"Kami memerintahkan kepolisian nasional Filipina untuk memburu, menangkap dan menghukum para pelaku kejahatan ini," kata juru bicara kepresidenan, Herminio Coloma.

Najib yang bekerja di stasiun radio DXNN, baru saja kembali dari bermain basket di kota Bongao ketika tiga orang mencegatnya dan langsung menembaknya. Demikian penjelasan perwira polisi, Joselito Salido.

"Kami masih melakukan penyelidikan mendalam terkait insiden ini namun masalah dendam pribadi menjadi salah satu kemungkinan motif," ujar Salido.

Persatuan Jurnalis Filipina mengecam keras pembunuhan ini dan mengatakan Najib adalah jurnalis ke-27 yang tewas di masa pemerintahan Benigno Aquino yang berkuasa sejak 2010.

Sementara organisasi Komiter Perlindungan Jurnalis yang berbasis di New York, AS mengatakan sejak 1992 sudah 76 jurnalis tewas dibunuh di Filipina.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Fakta ini menjadikan Filipina sebagai negara paling berbahaya ketiga untuk profesi jurnalis.

Salah satu insiden paling buruk adalah pembunuhan 58 orang di provinsi Maguindanao pada November 2009 yang terkait dengan persaingan politik. Dari 58 orang yang tewas, 32 di antaranya adalah jurnalis.

Bongao terletak di pulau Mindanao yang terletak paling selatan Filipina. Di pulau ini diketahui milisi bersenjata, kriminal dan kelompok militan Islam banyak beroperasi.

 Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.