Penyelam Sipil Meninggal Saat Mencari Korban Feri Korea Selatan yang Tenggelam

Kompas.com - 06/05/2014, 14:48 WIB
Seorang keluarga penumpang kapal Sewol, feri yang tenggelam di Korea Selatan pada Rabu (16/4/2014), duduk di tepi pantai di Pelabuhan Jindo, Rabu (23/4/2014). Harapan untuk menemukan lagi korban selamat semakin menepis.  AFP PHOTO/ Nicolas ASFOURISeorang keluarga penumpang kapal Sewol, feri yang tenggelam di Korea Selatan pada Rabu (16/4/2014), duduk di tepi pantai di Pelabuhan Jindo, Rabu (23/4/2014). Harapan untuk menemukan lagi korban selamat semakin menepis.
|
EditorPalupi Annisa Auliani

SEOUL, KOMPAS.com — Seorang penyelam sipil yang terlibat dalam pencarian korban feri tenggelam Sewol di Korea Selatan, Selasa (6/5/2014), meninggal di tengah penyelaman. Perkabungan nasional berlangsung di Korea Selatan, termasuk membatalkan kegiatan Hari Anak pada Senin (5/5/2014). Korban meninggal lebih dari 260 orang dan 40 orang masih hilang.

Kapal Sewol tenggelam pada Rabu (16/4/2014) pagi, dengan 476 orang di atasnya. Dari semua penumpang tersebut, hanya 174 orang yang ditemukan selamat, termasuk 22 dari 29 awak kapal. Lebih dari 260 orang dipastikan meninggal dalam insiden yang terjadi di perairan selatan Korea Selatan dengan mayoritas penumpang adalah siswa sekolah di dekat Seoul.

Penyelam sipil itu meninggal di rumah sakit, setelah dia pingsan di tengah penyelaman, menurut keterangan juru bicara satuan tugas pemerintah untuk musibah ini, Ko Myung-seok. Penyelam ini merupakan korban jiwa pertama di antara para penyelam sipil yang dikerahkan untuk membantu penanganan musibah tersebut.

Warga sipil berusia 53 tahun itu diangkat ke permukaan oleh sesama penyelam setelah putus komunikasi selama lima menit sesudah dia mulai pencarian di dalam lautan, mengutip pernyataan Ko. "Itu keterlibatannya yang pertama," imbuh dia.

Upaya pencarian korban kapal Sewol dengan melibatkan para penyelam adalah untuk memasuki tiga lantai kapal yang tak bisa dibuka, bersebelahan dengan kafetaria di lantai tiga kapal. Selain itu, mereka akan memeriksa ruang-ruang yang sebelumnya sudah dimasuki untuk memeriksa kemungkinan ada korban di sana.

Kegelapan, puing, serta labirin koridor dan kabin kapal, menjadi penghambat pencarian. Terkait kecelakaan ini, 19 orang sudah ditangkap, termasuk kapten dan awak kapal yang meninggalkan penumpang ketika feri tersebut mulai tenggelam. Seorang eksekutif yang memiliki kaitan dengan Chonghaejin, operator feri itu, juga ditangkap atas tuduhan dugaan penyelewengan keuangan perusahaan.

Dugaan awal, ada pula faktor penataan dan kelebihan kargo yang merupakan penyebab tragedi tersebut. Saat tenggelam, diperkirakan Sewol membawa 3.608 ton kargo, tiga kali lipat dari bobot kargo yang aman untuk dimuat feri itu. Kapal yang memuat terlalu banyak beban sangat rentan kehilangan keseimbangan bahkan oleh perputaran kecil.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Musibah tenggelamnya feri Sewol telah menjadi perkabungan nasional Korea Selatan. Pada Minggu (4/5/2014), sekitar 1,1 juta orang mengikuti seremoni perkabungan dengan 131 altar, berdasarkan komite pemakaman yang ditunjuk pemerintah untuk menangani para korban Sewol.

Selasa ini merupakan hari libur nasional di sana. Banyak orang diperkirakan akan mendatangi simpul-simpul lokasi perkabungan terkait musibah ini. Senin (5/5/2014), seharusnya juga adalah hari libur nasional, yakni Hari Anak. Namun, beragam kegiatan untuk Hari Anak dibatalkan atau ditunda, seiring perkabungan nasional ini, termasuk festival musik dan kegiatan luar ruangan yang sudah dijadwalkan pemerintah.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.