Selebriti Dunia Boikot Hotel Milik Brunei Terkait Penerapan Hukum Syariah

Kompas.com - 05/05/2014, 15:41 WIB
Sultan Brunei, Hassanal Bolkiah saat mengumumkan berlakunya Syariah Islam di negeri kaya minyak itu, Rabu (30/4/2014). STR / AFPSultan Brunei, Hassanal Bolkiah saat mengumumkan berlakunya Syariah Islam di negeri kaya minyak itu, Rabu (30/4/2014).
EditorEgidius Patnistik
KUALA LUMPUR, KOMPAS.COM — Sejumlah selebriti, termasuk pendiri kelompok Virgin, Richard Branson, berjanji untuk memboikot sebuah jaringan hotel yang punya kaitan dengan Sultan Brunei Hassanal Bolkiah, setelah Sultan itu menerapkan hukum syariah Islam yang kontroversial di negaranya.

Sultan Bolkiah mengumumkan pada Rabu lalu bahwa ia akan mendorong penerapan hukum syariah yang pada akhirnya akan mencakup hukuman berat seperti hukuman rajam.

Branson mengatakan pada akhir pekan bahwa para karyawan Virgin tidak akan menginap di jaringan hotel mewah Dorchester Collection, yang mencakup The Dorchester di London, Inggris, dan Hotel Beverly Hills di Los Angeles, AS. "Tidak ada karyawan @Virgin, maupun keluarga kami, yang akan menginap di Dorchester Hotel sampai Sultan itu mematuhi hak asasi manusia," kata miliarder Inggris itu dalam posting-an di Twitter.

Sejumlah orang lain yang telah menyerukan boikot antara lain komedian Stephen Fry, pembawa acara TV Sharon Osbourne, dan komedian Ellen DeGeneres.

Kelompok dari AS, Feminist Majority Foundation juga mengatakan telah menarik penghargaan tahunannya, Global Women's Rights Awards, yang diketuai Jay Leno dan Mavis, dari Hotel Beverly Hills sebagai bentuk protes.

Dorchester Collection dilaporkan dimiliki oleh Badan Investasi Brunei, sebuah badan investasi yang berada di bawah departemen keuangan kesultanan yang kaya minyak itu.

Para pejabat Pemerintah Brunei belum bisa segera dihubungi untuk memberikan komentar terkait hal itu pada Senin ini. Dorchester Collection juga tidak segera menanggapi permintaan AFP untuk berkomentar tentang berita itu.

Langkah Brunei telah memicu kecaman di media sosial terhadap penguasa kaya tersebut, dan kecaman internasional, termasuk dari kantor hak asasi manusia PBB. Namun, Sultan Bolkiah telah membela penerapan hukum itu, yang dimaksudkan untuk menopang Islam dan menjaga negara itu dari pengaruh luar. "Kami tidak pernah berpikir buruk tentang orang lain. Kami tidak pernah mengandalkan mereka untuk menerima kami atau setuju dengan itu, tetapi sudah cukup jika mereka menghormati kami dengan cara kami menghormati mereka," ujarnya pada akhir pekan lalu, saat mengumumkan penerapan hukum itu.

Pada tahap awal, hukum syariah menerapkan denda atau hukuman penjara bagi pelanggaran, termasuk perilaku tidak senonoh, kealpaan untuk menghadiri shalat Jumat, dan hamil di luar nikah. Fase kedua, yang antara lain mencakup hukuman untuk pencurian dan perampokan, akan mulai diterapkan pada akhir tahun ini. Hukumannya akan lebih keras, seperti memotong anggota badan dan cambuk. Pada akhir tahun depan, hukuman seperti hukuman rajam untuk kasus sodomi dan perzinahan akan diterapkan.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.