Kompas.com - 05/05/2014, 09:56 WIB
Ilustrasi SHUTTERSTOCKIlustrasi
EditorEgidius Patnistik
RICHMOND, KOMPAS.COM — Polisi di Virginia, AS, Sabtu (3/5/2014), menangkap seorang remaja pria usia 16 tahun karena diduga telah membunuh seorang bocah laki-laki 8 tahun. Anggota keluarga korban dan para tetangga mengatakan, bocah itu tewas saat sedang berusaha menyelamatkan kakak perempuannya dari kekerasan seksual.

Departemen Kepolisian Richmond, sebagaimana dilaporkan Los Angeles Times, tidak mengidentifikasi si tersangka, hanya menyebutkan usianya, tetapi mengatakan bahwa remaja itu didakwa dengan pembunuhan dan pencekikan. Remaja itu juga diduga telah menyerang kakak perempuan bocah itu, yang menurut para anggota keluarga berusia 12 tahun.

Bocah 8 tahun yang tewas itu dikenang oleh ratusan orang dalam doa pada Sabtu malam. Di tengah urai air mata dan gelak tawa akan berbagai kenangan positif, anggota keluarga dan teman-teman menggambarkan anak laki-laki itu dan saudara perempuannya sebagai pasangan yang tak terpisahkan. Mereka biasa pergi ke mal, naik sepeda, dan sama-sama patuh kepada ibu mereka.

Sejumlah petugas polisi mengatakan, mereka kagum dengan banyaknya orang yang datang ke acara doa tersebut. "Saya pikir itu sangat jelas dengan jumlah orang yang berada di sini. Hal ini berarti banyak bagi keluarga ini dan sangat berarti bagi departemen kepolisian," kata Mayor Polisi Steve Drew kepada sebuah saluran televisi. "Penangkapan (tersangka) telah dilakukan karena keterlibatan masyarakat dan orang-orang yang mau bekerja sama."

Bibi bocah itu, Geraldine Pitchford, mengenakan kemeja yang menampilkan fotonya. "Keponakan saya merupakan anak manis yang sangat dicintai," kata Pitchford saat doa itu. Ia mengatakan, ibu anak itu terlalu sedih untuk berbicara. "Tolong doakan adik saya karena dia pasti membutuhkan orang dan hati yang dapat membantunya."

Bocah itu meninggal di tempat kejadian si tersangka melakukan penyerangan, yang terjadi sekitar pukul enam sore waktu setempat, Kamis, di sisi rel kereta api di lingkungan perumahan di tenggara pusat kota. Saudara perempuannya masih dirawat di rumah sakit pada Sabtu. Polisi tidak menjelaskan kondisi lukanya.

Seorang anggota keluarga mengatakan kepada WTVR-TV bahwa kedua anak itu sedang bermain ketika seseorang datang ke arah mereka dan mencoba untuk memerkosa gadis itu. Seorang warga di daerah itu mengatakan kepada sebuah stasiun televisi bahwa gadis itu muncul dari daerah pelintasan kereta api dalam keadaan memar dan pakaian robek. Polisi tidak mengatakan bagaimana bocah itu dibunuh.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Polisi mengatakan pada Sabtu bahwa meski tersangka telah diidentifikasi dalam waktu beberapa jam, ia harus "secara medis dievaluasi" sebelum ditangkap. Pihak berwenang juga mengatakan, mereka awalnya punya deskripsi yang tidak akurat tentang si tersangka karena ia telah "mengancam dan mengintimidasi" gadis itu.

Tersangka pelaku dikatakan tinggal di lingkungan yang sama dengan kedua anak itu.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.