Gagal Dapat Dukungan Parlemen, PM Baru Libya Tetap Disumpah

Kompas.com - 05/05/2014, 04:11 WIB
Wartawan di Tripoli, Libya, memantau sidang parlemen Libya lewat televisi, Minggu (4/5/2014). Parlemen melakukan pemungutan suara untuk menentukan dukungan bagi Perdana Menteri sementara Libya, Ahmed Matiq. Pemungutan suara ini diwarnai aksi boikot dari kubu sekuler parlemen tersebut. MAHMUD TURKIA / AFPWartawan di Tripoli, Libya, memantau sidang parlemen Libya lewat televisi, Minggu (4/5/2014). Parlemen melakukan pemungutan suara untuk menentukan dukungan bagi Perdana Menteri sementara Libya, Ahmed Matiq. Pemungutan suara ini diwarnai aksi boikot dari kubu sekuler parlemen tersebut.
|
EditorPalupi Annisa Auliani

TRIPOLI, KOMPAS.com - Perdana Menteri baru Libya, Ahmed Matiq, gagal mendapatkan dukungan yang diperlukan di parlemen. Matiq terpilih menjadi perdana menteri sementara negara itu pada Minggu (4/5/2014). Meski demikian, pengambilan sumpah jabatan tetap dilakukan.

Wakil Ketua Parlemen Libya, Ezzedine Al-Awami, mengatakan Al-Awami, seperti dikutip dari AFP, mengatakan Miitig hanya mendapaktan 113 suara dalam pemungutan suara dukungan setelah penunjukannya sebagai perdana menteri. Dia mengatakan Matiq butuh setidaknya 120 suara untuk mendapat persetujuan parlemen menduduki kursi perdana menteri negara tersebut.

Sementara itu, Associated Press, menyatakan pemungutan suara untuk menentukan dukungan bagi Matiq diwarna aksi boikot dari kalangan sekuler parlemen. Matiq merupakan pengusaha yang ditunjuk menjadi perdana menteri sementara dengan dukungan dari kalangan Muslim.

Meski dukungan suara untuk Matiq tak mencapai ketentuan yang dipersyaratkan, parlemen tetap mengambil sumpah jabatan darinya, dipimpin Wakil Ketua Dua Parlemen, Saleh al-Makhzoum. "Saya bersumpah akan menjalankan tugas dengan jujur dan penuh pengabdian," kata Matiq di depan parlemen dengan sejumlah kursi kosong. "Terima kasih atas kepercayaan Anda."

Al-Makhzoum meminta Matiq membentuk pemerintahan baru dalam waktu paling lambat dua pekan sejak pengambilan sumpah ini. "Negara sudah tak bisa menanggung penundaan lagi," ujar Al-Makhzoum. "Kita membutuhkan pemerintahan untuk menangani anggaran."

Menyikapi aksi boikot di parlemen, Pemerintah Libya mengeluarkan pernyataan mendukung Matiq untuk menyelesaikan konflik. "Pemerintah akan mematuhi konstitusi. Kami akan melaksanakan semua keputusan parlemen," kata juru bicara Pemerintah Libya, Ahmed al-Amin, dalam pernyataan singkat yang disiarkan langsung oleh televisi setempat.


Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X