Kompas.com - 04/05/2014, 23:37 WIB
Seorang keluarga penumpang kapal Sewol, feri yang tenggelam di Korea Selatan pada Rabu (16/4/2014), duduk di tepi pantai di Pelabuhan Jindo, Rabu (23/4/2014). Harapan untuk menemukan lagi korban selamat semakin menepis.  AFP PHOTO/ Nicolas ASFOURISeorang keluarga penumpang kapal Sewol, feri yang tenggelam di Korea Selatan pada Rabu (16/4/2014), duduk di tepi pantai di Pelabuhan Jindo, Rabu (23/4/2014). Harapan untuk menemukan lagi korban selamat semakin menepis.
|
EditorPalupi Annisa Auliani

SEOUL, KOMPAS.com - Setelah pencarian selama 2,5 pekan, otoritas Korea Selatan mengonfirmasi jumlah korban tewas dari kecelakaan Feri Sewol terus bertambah. Per Minggu (4/5/2014), jumla korban tewas sudah mencapai 242 orang.

Sejak hari kapal tersebut tenggelam pada Rabu (16/4/2014), tak ada satu pun korban ditemukan selamat. Sebanyak 179 orang selamat dari kapal itu adalah mereka yang nekat melompat ke air laut yang sangat dingin atau mereka yang diangkat helikopter dari atas dek menjelang kapal itu tenggelam.

Sesudah kapal sepenuhnya tenggelam, tak ada satu pun korban yang sudah ditemukan selamat. Dengan jumlah korban meninggal per Minggu, pemerintah Korea Selatan menyatakan masih ada 60 orang penumpang yang belum juga ditemukan.

Kantor berita Yonhap melaporkan pencarian sulit dilakukan karena para penyelam harus berjuang keras menerobos pintu kabin yang terhalang puing-puing. Dalam 24 jam terakhir, 14 mayat ditemukan dari kapal yang tenggelam dalam perjalanan dari Incheson ke resor wisata Jeju di lepas pantai barat daya negara tersebut.

Dari insiden ini, 15 awak kapal termasuk kapten kapal, telah ditahan dan dikenakan tuduhan kelalaian. Satu guru yang selamat dari kecelakaan memutuskan bunuh diri karena merasa bersalah atas kematian ratusan siswanya yang adalah sebagian besar penumpang kapal. Perdana Menteri Korea Selatan pun mengundurkan diri karena kecelakaan ini.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca tentang


Video Pilihan

Sumber CNN
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.