Kompas.com - 02/05/2014, 14:40 WIB
EditorEgidius Patnistik
SEOUL, KOMPAS.COM — Korea Utara mengisyaratkan adanya perubahan kepemimpinan penting di negara itu lewat sebuah pengumuman pada Jumat (2/5/2014), yaitu bahwa kepala politik militer, yang dipandang sebagai orang nomor dua setelah pemimpin tertinggi Kim Jong Un, telah diganti.

Dalam sebuah laporan pada perayaan Hari Buruh di Pyongyang, kantor berita resmi Korut, KCNA, menyebut Hwang Pyong So sebagai direktur Biro Politik Umum Tentara Rakyat Korea, bukan lagi Choe Ryong Hae, yang sebelumnya memegang posisi tersebut. Posisi itu umumnya dipandang sebagai nomor kedua terpenting di militer setelah Kim, yang merupakan panglima tertinggi.

Perubahan kepemimpinan itu terjadi di tengah kekhawatiran yang berkembang bahwa Korea Utara sedang bersiap untuk melakukan uji coba nuklir keempat. Masyarakat internasional menentang keras rencana uji coba itu setelah sejumlah citra satelit baru-baru ini menunjukkan adanya peningkatan kegiatan di lokasi uji coba utama negara itu.

"Hal itu membuat Hwang, yang punya hubungan pribadi yang dekat dengan Kim Jong Un, menjadi orang terkuat kedua di negeri itu," kata Michael Madden, penulis dan editor situs web NK Leadership Watch.

Penunjukan Hwang terjadi hanya beberapa hari setelah KCNA melaporkan promosinya ke pangkat wakil marshall pada tanggal 28 April, sebuah pangkat yang setingkat dengan Choe dan empat orang lainnya.

Namun, tidak segera jelas apa yang terjadi dengan Choe, yang secara luas diyakini telah masuk ke peran resmi sebagai orang nomor dua Korea Utara menyusul eksekusi terhadap paman dan mentor politik mentor Kim, yaitu Jang Song Thaek, pada Desember lalu. Choe memegang sejumlah posisi penting lainnya sebagai anggota komite politbiro dan wakil ketua untuk Komisi Militer Pusat dan Komisi Pertahanan Nasional.

Ada sejumlah laporan pada awal tahun ini bahwa Choe telah ditangkap dan mungkin disingkirkan setelah ia menghilang dari pandangan publik selama tiga minggu, sebuah ketidakhadiran yang luar biasa panjang bagi tokoh senior seperti dia. Kemunculannya kembali pada Maret, bersama Kim, menimbulkan spekulasi bahwa ketidakhadirannya mungkin karena masalah kesehatan.

"Saya tidak bisa berpikir bahwa kita dapat mengatakan Choe telah disingkirkan, tetapi dia jelas telah digeser, mungkin karena alasan kesehatan atau alasan lain," kata Yang Moo Jin, seorang profesor di University of North Korean Studies di Seoul. Yang sepakat bahwa Hwang kini efektif menjadi orang nomor dua di negeri itu, mengingat pangkat militernya, posisi, dan akses pribadi ke pemimpin tertinggi.

Hwang (64 tahun), merupakan seorang pejabat tinggi di Departemen Panduan Organisasi partai yang berkuasa dengan sebuah portofolio yang mencakup perlindungan fisik dan politik Kim Jong Un. Menurut Madden, namanya mulai muncul pada pertengahan tahun 2000-an, kira-kira waktu ayah Kim Jong Un, yaitu Kim Jong Il, telah menyelesaikan pengaturan siapa yang akan menggantikannya sebagai pemimpin. "Dia menjadi salah satu mentor Kim Jong Un dan telah dekat dengannya selama sekitar 10 tahun, jadi dia sudah dipersiapkan untuk peran ini," kata Madden kepada AFP.

Rumor tentang perubahan di bagian atas rezim Pyongyang semakin intensif setelah eksekusi terhadap Jang Song Thaek.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.