Kompas.com - 28/04/2014, 21:51 WIB
Crane dari kilang lepas pantai, Jumat (18/4/2014), telah berada di lokasi tenggelamnnya kapal feri Sewol di perairan di sekitar pulau resor Jeju, Korea Selatan. Hingga Jumat malam, 28 penumpang kapal dipastikan tewas, 179 selamat, dan 268 orang masih belum ditemukan. AFP PHOTO / JUNG YEON-JE Crane dari kilang lepas pantai, Jumat (18/4/2014), telah berada di lokasi tenggelamnnya kapal feri Sewol di perairan di sekitar pulau resor Jeju, Korea Selatan. Hingga Jumat malam, 28 penumpang kapal dipastikan tewas, 179 selamat, dan 268 orang masih belum ditemukan.
EditorErvan Hardoko
SEOUL, KOMPAS.com -- Pasukan penjaga pantai Korea Selatan, Senin (28/4/2014), merilis sebuah video yang memperlihatkan kapten kapal feri Sewol terlihat berusaha menyelamatkan diri sendiri saat ratusan penumpangnya terjebak di dalam kapal yang tenggelam itu.

Video berdurasi 10 menit itu direkam oleh tim penyelamat dan ditayangkan stasiun televisi berita YTN, yang menampilkan Kapten Lee Joon-seok (69), mengenakan sweater dan celana pendek, melarikan diri dari anjungan di saat kapal sudah mulai miring sebelum tenggelam.

Video terbaru itu langsung memicu kritik tajam di dunia maya.

"Lihat kapten lari meninggalkan kapal tanpa mengenakan celana. Betapa menyedihkan. Saya tak percaya dia tidak memikirkan anak-anak yang terjebak dan hanya memikirkan keselamatan diri sendiri," kata seorang pengguna Twitter.

Sebanyak 15 kru kapal yang bertanggung jawab atas kapal feri besar itu kini ditahan. Mereka menghadapi dakwaan melakukan kelalaian dan menelantarkan penumpang.

Sementara itu, kejaksaan melakukan serangkaian penggerebekan, termasuk ke kantor penjaga pantai, sebagai bagian perluasan penyelidikan tragedi yang mengakibatkan 300 orang meninggal dunia atau hilang itu.

Hingga Senin (28/4/2014), jumlah korban tewas dalam kecelakaan maritim terburuk di Korea Selatan ini dipastikan sebanyak 189 orang. Sebagian besar korban tewas dan hilang adalah para pelajar SMA.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.