Kompas.com - 28/04/2014, 08:36 WIB
EditorEgidius Patnistik
YERUSALEM, KOMPAS.COM — Presiden Palestina Mahmoud Abbas, Minggu (27/4/2014), menyatakan bahwa holocaust adalah "kejahatan paling keji terhadap kemanusiaan pada zaman modern". Abbas mengeluarkan pernyataan tertulis menjelang Peringatan Hari Holocaust, yang diperingati Israel setiap tahun guna mengenang enam juta orang Yahudi yang dibunuh oleh Nazi selama PD II.
 
Itu adalah komentar luar biasa dari seorang pemimpin Arab, dan tampaknya digunakan Abbas sebagai sebuah taktik diplomasi. Pejabat Israel pernah menuduhnya mengecilkan arti holocaust dalam sebuah disertasi doktor pada tahun 1970-an.
 
Presiden Abbas, yang memimpin Otoritas Palestina di Tepi Barat, tampak berusaha menarik simpati dari publik Israel, setelah macetnya perundingan perdamaian yang telah berlangsung selama sembilan bulan, pekan lalu. Israel menghentikan perundingan setelah pemimpin Palestina itu sepakat membentuk pemerintahan persatuan dengan kelompok militan Islam Hamas yang menguasai Jalur Gaza.
 
Hamas menolak menanggalkan cara-cara kekerasan dan mengakui Israel, dan PM Israel Benjamin Netanyahu mengatakan, dia tidak akan pernah mau berunding dengan kelompok teroris yang menyangkal kehadiran negaranya. Pada sidang mingguan Kabinet di Jerusalem, Netanyahu juga mengecilkan makna dari komentar Abbas mengenai holocaust, katanya pernyataan itu “dimaksudkan untuk menenteramkan opini dunia”.
 
Netanyahu menuduh Presiden Abbas bergabung dengan Hamas, kelompok yang menyangkal holocaust serta hendak menciptakan holocaust kedua dengan menghancurkan Israel.
 
Perunding utama Palestina, Saeb Erekat, berpendapat, sebuah pemerintahan persatuan justru akan menguntungkan proses perdamaian, jadi, menurut Erekat, pendapat Israel itu tidak masuk akal.
 
“Saya sudah tidak mengerti lagi jalan pikiran Israel,” kata Erekat.
 
Erekat mengutarakan kepada Radio Angkatan Darat Israel bahwa Presiden Abbas telah menyatakan dengan sangat jelas: Hamas harus menerima kebijakan-kebijakan Abbas mengenai perdamaian.
 
“Abbas telah mengatakan, ‘Saya akan membentuk sebuah pemerintahan dengan kebijakan saya yang mengakui Israel, mengakui solusi dua negara, menerima semua persetujuan yang telah ditandatangani, dan meninggalkan kekerasan,’ jadi apa yang dikehendaki Israel?” tambah Erekat.
 
Namun bagi PM Netanyahu, jawaban terhadap pertanyaan Erekat itu sederhana.

Dengan menyapa Presiden Mahmoud Abbas dengan nama panggilan akrabnya yaitu Abu Mazen, Netanyahu mengatakan bahwa, “Abu Mazen harus memilih antara (melanjutkan) persekutuannya dengan Hamas... atau membina sebuah perdamaian sejati dengan Israel.”

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.