Kompas.com - 27/04/2014, 02:12 WIB
EditorErvan Hardoko
RAMALLAH, KOMPAS.com - Presiden Palestina Mahmoud Abbas, Sabtu (26/4/2014), mengisyaratkan dia tetap memegang komitmen terkait pembicaraan damai dengan Israel yang disponsori pemerintah AS.

Abbas menegaskan, pemerintahan Palestina bersatu telah sepakat akan mengakui keberadaan Israel sebagai sebuah negara. Pernyataan Abbas ini nampaknya dikeluarkan untuk meredakan kekhawatiran Barat terkait kesepakatan persatuan Fatah dan Hamas yang terbentuk beberapa hari lalu.

Kekhawatiran itu muncul karena Hamas adalah organisasi militan yang memiliki tujuan untuk menghancurkan Israel dan oleh AS dimasukkan ke dalam daftar organisasi teroris.

"Pemerintahan akan berada di bawah komando dan kebijakan saya," kata Abbas kepada para tokoh senior Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) di markas kepresidenan di Ramallah, Tepi Barat.

"Saya mengakui keberadaan Israel dan pemerintahan (bersatu) akan mengakui Israel. Saya menolak segala bentuk kekerasan dan terorisme," ujar Abbas.

Hamas dan Fatah, yang dipimpin Mahmoud Abbas, sepakat untuk membentuk sebuah pemerintahan independen berisi para teknokrat dalam waktu lima pekan dan kemudian menggelar pemilu dalam waktu enam bulan ke depan.

Pandangan Hamas yang masih berbeda soal Israel tidak serta merta dianggap berlawanan dengan Abbas. Sebab, kedua pihak sekapat pemerintahan bersama ini tidak akan menyertakan anggota Hamas di dalamnya.

"Pengakuan Israel oleh presiden Otorita Palestina, Mahmoud Abbas, bukan hal baru. Yang terpenting adalah Hamas tidak akan dan tidak pernah akan mengakui keberadaan Israel," kata juru bicara Hamas, Sami Abu Zuhri.

Mahmoud Abbas menginginkan negara Palestina merdeka terdiri atas Jalur Gaza, Tepi Barat dan Jerusalem Timur. Semuanya adalah wilayah yang direbut Israel dalam perang enam hari 1967.

Hamas, yang menguasai Jalur Gaza dari tangan Fatah yang sekuler pada 2007, memiliki ribuan pejuang yang dilengkapi berbagai persenjataan termasuk roket. Hamas sudah berulang kali terlibat pertempuran dengan Israel sejak menguasai daerah kantong itu.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Sumber Reuters
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.