Kompas.com - 25/04/2014, 15:06 WIB
EditorEgidius Patnistik

SAN FRANCISCO, KOMPAS.COM — Seorang penumpang pria tertangkap sedang meraba-raba payudara seorang perempuan selama sekitar lima menit saat korban tidur, dalam penerbangan British Airways dari London ke San Francisco, belum lama ini, kata polisi AS.

Perempuan itu, yang tidak disebut identitasnya, sedang tidur ketika Vinay Pochampally mendekatinya dari belakang, memasukkan tangannya ke bawah baju perempuan itu dan meraba-raba atau "melakukan kontak kulit dengan kulit", sementara sejumlah penumpang lain menyaksikan. Demikian menurut dakwaan pidana Pengadilan Distrik AS.

Insiden tersebut terjadi dalam pesawat British Airways bernomor penerbangan BA 285 pada tanggal 15 April. Pochampally diduga mabuk ketika itu.

Korban duduk di kursi deretan 37, yang di Boeing 747 terletak di dekat sekat area dapur dan toilet di belakangnya.

Pochampally, yang duduk di kursi 36 G, memosisikan dirinya di celah di belakang deretan kursi nomor 37 dan di depan sekat, tulis Agen FBI, Bianca Betz, dalam surat dakwaan yang diperoleh The Smoking Gun. "Saat berada di celah itu, Pochampally memasukkan tangannya, telapak tangan, ke dalam baju penumpang perempuan yang sedang tidur," kata Betz.

Tangan pria itu berada di bawah kemeja dan pakaian dalam penumpang tersebut selama 4-5 menit. Ketika korban terbangun dan mengetahui tindakan tersebut, Pochampally cepat-cepat melepaskan tangannya dan melarikan diri menyusuri lorong pesawat.

Menurut dakwaan, sejumlah penumpang menyaksikan kejadian itu dan menyampaikan kepada para kru. Namun, tampaknya tidak ada penumpang lain yang berusaha menghentikan dugaan pelecehan ketika hal itu terjadi.

Staf British Airways kemudian menemui Pochampally setelah mengetahui ada laporan dari para penumpang tentang pelecehan itu, kata polisi. Mereka memerintahkan dia untuk pindah ke tempat duduk lain selama sisa perjalanan dari penerbangan selama 10 jam itu. Penegak hukum kemudian dihubungi saat pesawat mendarat di Bandara Internasional San Francisco.

Pochampally didakwa telah melakukan tindak pidana ringan yang diajukan pada hari Selasa di pengadilan federal San Francisco. Tidak jelas apakah Pochampally merupakan warga negara AS.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber Daily Mail
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.